Kamis, Juli 25, 2024
BerandaTANGERANG RAYAKOTA TANGERANG SELATANPertama Kali Jadi Irup, Wakil Walikota Pilar Saga Akui Nervous

Pertama Kali Jadi Irup, Wakil Walikota Pilar Saga Akui Nervous

CIPUTAT – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Pilar Saga Ichsan berkesempatan menjadi inspektur upacara pada Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 di kota yang dipimpinnya bersama Benyamin Davnie.

Pada hari ulang tahun Proklamasi Kemerdekaan ke 76 Republik Indonesia, Pilar menjadi inspektur pada sesi penurunan bendera, di Balai Kota Tangsel, Jalan Maruga, Ciputat, Selasa (17/8/2021).

Seperti tahun tahun sebelumnya, jatah inspektur upacara pada penurunan bendera memang selalu menjadi milik wakil kepala daerah.

Pilar yang baru empat bulan dilantik sebagai orang nomor dua di Tangsel itu harus bisa mengembannya.

Putra Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah itu mengaku sedikit gugup alias nervous.

“Sedikit nervous, karena ini kali pertama,” kata Pilar di Balai Kota Tangsel.

Biasanya Pilar hanya mengikuti upacara 17-an di lingkungan rumahnya saja.

“Biasanya sebagai warga ya upacara di lingkungan rumah saja,” ujar Pilar.

Namun ada rasa bangga di hatinya. Mengenakan jas serba putih dengan berbagai asesoris kenegaraan, membuatnya bangga dipercaya sebagai pemberi arahan dalam upacara.

“Saya baru pertama kali ikut kegiatan 17 Agustusan di Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Saya exciting maksudnya merasa bangga juga telah menjadi bagian Pemerintah Kota Tangerang Selatan,” papar dia.

“Ya, sebenarnya agak tantangan juga ya. Artinya saya punya amanah untuk menjadi inspektur upacara,” tambahnya.

Pilar tidak membutuhkan waktu lama untuk menghapal runtutan upacara hingga teknis ucapan yang harus dikatakannya dari atas mimbar.

Tanpa pelatih, ia membaca petunjuk pelaksanaan (juklak) upacara yang sudah dipersiapkan timnya.

Pilar juga memperhatikan Wali Kota Benyamin Davnie yang menjadi inspektur upacara pasa sesi penaikan bendera pagi harinya.

“Enggak ada yang melatih. Hanya dari baca saja sama ngelihat yang ada,” kata dia.

Namun, upacara kemerdekaan kemarin masih terbatas. Pesertanya sangat sedikit karena mengantisipasi kerumunan dan mencegah penyebaran COVID-19.

Pilarpun berpesan kepada warga Tangsel agar tidak diam saja di bawah tekanan pandemi.

“Ya tentu saja bagaimana masyarakat Tangerang Selatan di ulang tahun Republik Indonesia kali ini pada situasi yang sulit ya, di masa pendemi bagaimana harus terus bisa berkarya dan juga bersama-sama dengan pemerintah menangani masalah pandemi di masyarakat, masalah kesehatan, masalah ekonomi, masalah sosial,” kata Pilar.

“Saya harap kita semua bisa kompak untuk melanjutkan cita-cita bangsa, perjuangan para pejuang kita,” pungkasnya. (Js/red)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular