Sabtu, Februari 24, 2024
BerandaJAKARTASebanyak 7 Pohon Tumbang Akibat Hujan Es dan Angin Kencang di Jaktim

Sebanyak 7 Pohon Tumbang Akibat Hujan Es dan Angin Kencang di Jaktim

JAKARTA – Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur mengevakuasi tujuh pohon tumbang yang disebabkan fenomena hujan es disertai angin kencang yang melanda Jakarta pada Sabtu (17/11/2022) sore.

Kasi Operasional Sudin Gulkarmat Jaktim, Gatot Sulaiman menyebut pohon tumbang terjadi di wilayah Jatinegara, Matraman, dan Pulogadung.

“Di Matraman ada tiga pohon tumbang, di Jatinegara juga ada tiga, sedangkan di Pulogadung ada satu pohon tumbang,” kata Gatot Sulaeman di Jakarta, seperti dilansir Antara.

Pohon tumbang di Matraman terdapat di Jalan Slamet Riyadi 1 RT 05/04, Jl Asem Gede Barat RT 011/05, dan Jl Slamet Riyadi 3 RT 07/04.

Sementara itu, pohon tumbang di Jatinegara berada di Jl Pedati 1 RT 03/10, Jl DI Panjaitan, dan Jl Jendral Ahmad Yani. Sedangkan di wilayah Pulogadung berada di Jl Pisangan Lama Raya.

“Penyebabnya hujan deras disertai angin kencang,” ujar Gatot.

Berdasarkan info yang diterima, Ddiameter pohon yang tumbang bervariasi. Mulai dari 15 centimeter hingga 50 centimeter.

Setelah kejadian, sebanyak 35 personel Sudin Gulkarmat Jakarta Timur yang dikerahkan untuk mengevakuasi tujuh pohon tumbang tersebut. Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut.

“Namun untuk pohon tumbang di Jalan Asem Gede Barat menimpa rumah warga sehingga menyebabkan kerusakan,” tutur Gatot.

Koordinator Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Hary Tirto Djatmiko menjelaskan hujan es merupakan fenomena cuaca alami yang biasa terjadi dan termasuk dalam kejadian cuaca ekstrem.

Ia melanjutkan bahwa hujan es disebabkan oleh adanya awan cumulonimbus (Cb). Dia menyebut ada tiga partikel di dalam awan tersebut, yakni butir air, butir air super dingin, dan partikel es.

“Sehingga hujan lebat yang masih berupa partikel padat berupa es atau hail dapat terjadi tergantung dari pembentukan dan pertumbuhan awan cumulonimbus (Cb) tersebut,” kata Hary, Sabtu (17/12/2022).

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular