Sabtu, April 18, 2026
BerandaTANGERANG RAYAKABUPATEN TANGERANGGelar Karya Revolusi Mental Dalam Pemajuan Kebudayaan Melalui Pagelaran Reog Ponorogo

Gelar Karya Revolusi Mental Dalam Pemajuan Kebudayaan Melalui Pagelaran Reog Ponorogo

TANGERANG – Dalam rangka Pemajuan dan Pelestarian Kebudayaan, Pemerintah Indonesia melalui Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengajak berbagai pihak berkolaborasi mendukung pengusulan Reog Ponorogo untuk mendapat pengakuan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dari UNESCO. Di Indonesia sendiri, Reog Ponorogo sudah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak tahun 2013.

“Saya mendukung penuh agar Reog diusulkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda di UNESCO. Saya upayakan supaya berhasil dan bisa menjadi kebanggaan, bukan hanya bagi masyarakat Ponorogo tapi juga seluruh Indonesia,” mengutip pernyataan Menko PMK Muhadjir Effendy saat berdialog dengan Bupati Ponorogo pada Tahun 2022 lalu.

Kini, Pemerintah Indonesia yang diwakili berbagai pemangku kepentingan, tengah berjuang agar dapat meloloskan Reog Ponorogo mendapat pengakuan WBTB dari UNESCO. Selama kurun waktu 4 tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Ponorogo didukung berbagai pemangku kepentingan seperti Kemendikbudristek, dll terus melengkapi dan menyempurnakan semua persyaratan yang disampaikan kepada UNESCO.

Dalam seleksi wawancara dengan UNESCO, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menjelaskan penggunaan bulu merak dan kulit harimau dalam kesenian Reog Ponorogo sudah aman dan tidak menyalahi aturan. Penggunaan bulu merak dalam Reog Ponorogo tidak dilakukan dengan mencabut bulu merak melainkan menunggu bulu pada merak terlepas sendiri sebab pada periode tertentu, bulu pada merak memang secara alamiah akan terlepas sendiri dari tubuh merak. Adapun penggunaan kulit harimau kini telah diganti dengan kulit kambing yang dibuat menyerupai kulit harimau. Selama ini, dua hal yang menyangkut perlindungan satwa tersebut menjadi pengganjal dalam pengusulan Reog Ponorogo menjadi WBTB.

“Kalau dua hal itu sudah terjawab  dan dapat meyakinkan UNESCO, maka diharapkan Reog Ponorogo dapat lolos sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO,” jelas Bupati Sugiri Sancoko.

Untuk mendukung dan mendorong pengusulan Reog Ponorogo sebagai WBTB UNESCO, Kemenko PMK menginisiasi kegiatan Pawai Budaya Reog Ponorogo Tahun 2023. Hal ini mendapat respon positif dari Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek dan Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Selanjutnya, mengajak berbagai pemangku kepentingan lainnya seperti : Kemenparekraf, Perpusnas, POLRI, BPOM, Pemprov DKI Jakarta bersama bersepakat melaksanakan Pawai Budaya Reog Ponorogo pada hari Minggu, 27 Agustus 2023 pukul 08.00 WIB dimulai dari Perpusnas melakukan kirab pawai budaya Reog Ponorogo dan seni budaya lainnya menuju titik akhir di Kemenko PMK.

Pawai Budaya Reog Ponorogo beserta seni budaya lainnya juga sekaligus untuk menyemarakkan HUT ke 78 Republik Indonesia dan bentuk aksi nyata Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM), program pemerintah yang koordinasinya dilaksanakan oleh Kemenko PMK. Pawai Budaya Reog Ponorogo ini juga bagian dari program GNRM khususnya Gerakan Indonesia Mandiri (GIMa) yaitu peningkatan apresiasi seni, kreativitas, karya budaya dan warisan budaya. Dalam pertunjukan Reog Ponorogo terkandung nilai-nilai yang selaras dengan GNRM yaitu Etos Kerja – Gotong Royong – Integritas.

Pawai Budaya Reog Ponorogo, direncanakan akan dimulai dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Jalan Merdeka Selatan dan berakhir di Gedung Kemenko PMK, Jalan Merdeka Barat. Pawai Budaya ini  akan menempuh jarak sekitar 1,5 km dan akan berhenti di beberapa titik untuk mempertontonkan beragam atraksi seni budaya. Tercatat seni budaya yang ditampilkan untuk mengiringi Reog Ponorogo adalah : Tarian Bali yang dipertontonkan di titik awal sesaat sebelum pelepasan Pawai Budaya Reog Ponorogo. Tarian Bali ini juga telah mendapat pengakuan WBTB dari UNESCO di tahun 2015.

Beranjak dari titik awal di Perpusnas, rombongan pawai akan bergeser ke titik kedua yakni di sekitar jalur lambat depan kantor Kementerian ESDM. Di area ini akan ditampilkan Tari Ganong. Lokasi ini dipilih sebab merupakan titik terdekat dengan kawasan Car Free Day (CFD) sehingga diharapkan masyarakat dapat turut serta menikmati sajian tersebut. Selanjutnya rombongan Pawai budaya akan beranjak menuju titik ketiga yaitu di sekitar  depan Museum Nasional. Pada pemberhentian ketiga ini, rombongan akan disambut Palang Pintu Pencak Silat. Sebagai informasi, Pencak silat juga telah mendapatkan pengakuan sebagai WBTB Unesco pada Tahun 2019.

Selesai menghibur masyarakat di area Museum Nasional, kirab akan melanjutkan perjalanannya pada etape terakhir yakni di halaman kantor Kemenko PMK. Di Kemenko PMK akan dilaksanakan acara seremonial berupa penyerahan dokumen dukungan Pengusulan Reog Ponorogo sebagai WBTB UNESCO dari Bupati Ponorogo kepada Menko PMK dan Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek. Adapun beragam seni budaya akan ditampilkan pada titik terakhir ini seperti: Tari Saman (WBTB UNESCO Tahun 2011), Angklung (WBTB UNESCO 2010), Gerakan Minum Jamu Bersama (List WBTB UNESCO), dengan hiburan live music dangdut yang juga dipersiapkan untuk pendaftaran WBTB UNESCO hingga dialog Menko PMK dengan pelajar-pelajar.

“Kegiatan Pawai Budaya Reog Ponorogo yang bertujuan untuk membangun dukungan masyarakat dalam upaya penetapan Reog Ponorogo menjadi WBTB UNESCO ini sekaligus juga adalah aksi nyata dari Gerakan Nasional Revolusi Mental. Kegiatan kolosal ini terlaksana karena kolaborasi bersama dari segenap pemangku kepentingan utk bersama-sama menyukseskan Pawai Budaya Reog Ponorogo. Terima kasih tak terhingga disampaikan kepada : Kemendikbudristek, Kemenparekraf, POLRI, Perpusnas, BPOM, Pemprov DKI Jakarta, dan Pemkab Ponorogo. Semoga Reog Ponorogo segera tercatat dan diakui UNESCO sebagai WBTB,” tutup Ketua Panitia Pawai Budaya Reog Ponorogo Molly Prabawati yang juga Asisten Deputi Literasi, Inovasi, dan Kreativitas pada Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru