BerandaTANGERANG RAYAKOTA TANGERANG SELATANCKG Tangsel Tembus 53 Persen, Hipertensi dan Diabetes Banyak Ditemukan

CKG Tangsel Tembus 53 Persen, Hipertensi dan Diabetes Banyak Ditemukan

TANGSEL – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bukan hanya mengejar tingginya jumlah warga yang diperiksa. Di balik perluasan cakupan program tersebut, pemeriksaan kesehatan mulai memberikan gambaran mengenai sejumlah persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian lebih serius.

Hingga akhir Agustus 2026, sebanyak 53 persen sasaran CKG di Tangerang Selatan telah menjalani pemeriksaan. Angka tersebut meningkat lima poin persentase dibandingkan capaian pada 24 Agustus 2026 yang masih berada di kisaran 48 persen.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan pemerintah daerah terus mendorong agar pemeriksaan dapat menjangkau seluruh masyarakat yang menjadi sasaran. Target akhirnya bukan sekadar meningkatkan angka partisipasi, tetapi memastikan semakin banyak warga mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini.

“Alhamdulillah, sampai dengan hari ini sudah 53 persen dari jumlah sasaran di Tangerang Selatan yang telah menjalani pemeriksaan kesehatan gratis,” ujar Benyamin saat mendampingi Gubernur Banten Andra Soni dalam kegiatan CKG di Gedung Serba Guna Kecamatan Pondok Aren, Senin (31/8/2026).

Benyamin menyebut capaian tersebut masih harus terus digenjot hingga mendekati 100 persen. Menurutnya, semakin luas masyarakat mengikuti pemeriksaan, semakin besar pula peluang menemukan gangguan kesehatan sebelum berkembang menjadi penyakit yang lebih berat.

“Dari 53 persen itu, kalau bisa dibikin 100 persen lagi,” ucapnya.

Dari pemeriksaan yang telah dilakukan, hipertensi dan diabetes menjadi sejumlah temuan yang cukup menonjol. Kedua kondisi tersebut patut diwaspadai karena dapat berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal dan berisiko menimbulkan komplikasi apabila tidak dikendalikan.

Tidak hanya persoalan kesehatan fisik, pemeriksaan CKG juga menemukan adanya gangguan kesehatan mental, termasuk depresi. Temuan ini menunjukkan bahwa pemeriksaan kesehatan masyarakat perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak berhenti pada pengecekan kondisi fisik saja.

Pemkot Tangsel pun menyiapkan jalur layanan lanjutan bagi warga yang membutuhkan pemeriksaan maupun konsultasi setelah mengikuti CKG. Masyarakat dapat mendatangi puskesmas, rumah sakit, maupun fasilitas kesehatan lain sesuai hasil pemeriksaan dan kebutuhan medis masing-masing.

Dukungan layanan tersebut diperkuat cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Tangsel yang telah mencapai sekitar 99 persen. Benyamin mengatakan kondisi itu menjadi modal penting agar warga yang ditemukan memiliki risiko kesehatan dapat segera memperoleh penanganan.

“Dan tindak lanjut yang setelah ini, kita persiapkan di rumah sakit dan di puskesmas kita. Karena UHC kita, BPJS Kesehatan kita, sudah meng-cover 99 persen, jadi tinggal nanti masyarakat datang ke puskesmas atau nanti konsultasi melalui bidang sehat premium yang akan datang ke rumah masing-masing,” jelasnya.

Gubernur Banten Andra Soni yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap pemeriksaan gratis sekadar kegiatan rutin. Menurutnya, informasi mengenai kondisi tubuh dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah kesehatan berikutnya.

“Jadi yang penting masyarakatnya tahu bahwa mereka punya potensi atau risiko penyakit, misal diabetes atau virus. Silakan nanti bisa berkonsultasi lebih lanjut di puskesmas atau fasilitas yang ada di Banten,” tutur Andra.

Dengan capaian yang telah mencapai 53 persen, Pemkot Tangsel masih memiliki pekerjaan untuk memperluas jangkauan CKG hingga seluruh sasaran. Pada saat yang sama, temuan dari pemeriksaan menjadi dasar penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat pencegahan, pengobatan, serta kebiasaan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. (red)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru