BerandaTANGERANG RAYAKOTA TANGERANG SELATANBatik Tangsel Bukan Sekadar Motif, Karya Pemenang Jadi Aset untuk Masyarakat

Batik Tangsel Bukan Sekadar Motif, Karya Pemenang Jadi Aset untuk Masyarakat

TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) kembali membuka ruang bagi talenta kreatif untuk mengembangkan identitas daerah melalui Sayembara Desain Batik Khas Tangerang Selatan 2026. Memasuki pelaksanaan kelima, ajang ini tidak hanya mencari motif terbaik, tetapi juga diarahkan menjadi wadah lahirnya desainer muda yang mampu membawa karya lokal ke tingkat lebih luas.

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, salah satu hal penting dalam sayembara tahun ini adalah keberlanjutan karya setelah kompetisi berakhir. Desain yang keluar sebagai pemenang akan menjadi hak milik Pemkot Tangsel sehingga dapat diproduksi dan dimanfaatkan masyarakat secara luas.

“Desain batik Tangsel yang menjadi pemenang nantinya menjadi hak milik Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Sejak awal memang ketentuannya seperti itu, supaya masyarakat secara luas bisa memproduksi batik ini,” ujar Pilar saat menghadiri Sayembara Desain Batik Khas Tangerang Selatan 2026 di Serpong, Senin (31/8/2026).

Menurut Pilar, motif terpilih nantinya tidak terbatas pada kain atau pakaian. Karya tersebut dapat dikembangkan menjadi berbagai produk dan digunakan oleh perangkat daerah, kecamatan maupun kelurahan di lingkungan Pemkot Tangsel.

Karena itu, proses seleksi tidak hanya melihat keindahan visual. Konsep, permainan warna, filosofi, kedalaman makna serta unsur sejarah yang dituangkan dalam motif menjadi bagian penting dalam menentukan karya terbaik. Penilaian turut melibatkan juri yang memiliki kompetensi di bidang batik dan desain, termasuk perwakilan Dekranas Pusat serta penggiat batik.

Pilar juga menekankan pentingnya orisinalitas karya dalam kompetisi tersebut. Ia menyebut desain yang diikutsertakan harus lahir dari kreativitas peserta dan bukan sekadar hasil teknologi kecerdasan buatan atau komputerisasi.

“Dan ini tentu bukan dari hasil AI (Artificial Intelligence), bukan dari hasil buatan komputerisasi, tapi ini benar-benar buah karya seseorang yang patut dihargai, dan memang punya nilai tinggi seperti itu,” jelasnya.

Antusiasme peserta menunjukkan bahwa identitas batik Tangsel mulai menarik perhatian desainer dari berbagai daerah. Dari 49 peserta yang lolos seleksi administrasi, panitia kemudian menyaring 10 peserta untuk masuk tahap seleksi desain, sebelum mereka mengikuti wawancara dan presentasi secara hybrid.

Para peserta tidak hanya berasal dari Tangerang Selatan dan sekitarnya. Sejumlah daerah seperti Bandung, Cianjur, Madiun, Jombang hingga Riau turut mengirimkan peserta. Kondisi ini memperlihatkan bahwa sayembara tersebut telah berkembang menjadi ruang terbuka bagi kreator dari berbagai wilayah untuk mengolah gagasan tentang identitas Tangerang Selatan.

Sayembara yang berlangsung sejak 20 Juli hingga 19 Agustus 2026 itu akan menetapkan tiga pemenang. Bagi Pemkot Tangsel, kompetisi tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap ekosistem ekonomi kreatif dengan memberikan kesempatan kepada para desainer untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membangun portofolio.

“Ini merupakan bentuk support kami kepada para pelaku ekonomi kreatif supaya mereka memiliki ruang seluas-luasnya untuk merancang karyanya dan ditampilkan seperti itu,” kata Pilar.

Ia berharap para peserta tidak berhenti pada pencapaian dalam kompetisi. Menurutnya, karya yang lahir dari ajang lokal harus menjadi pijakan untuk memasuki persaingan yang lebih besar, termasuk tingkat nasional hingga internasional.

“Harapannya banyak para desainer-desainer muda, banyak pelaku ekonomi kreatif yang tumbuh di Tangerang Selatan dan di nasional bisa mengembangkan potensi yang kalian punya. Memang dimulai dari step yang paling kecil yaitu tingkat lokal. Act locally, think globally,” ucapnya. (red)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru