TANGERANG – Kehadiran SMAN 33 Kabupaten Tangerang di Kecamatan Sepatan menjadi bagian dari langkah memperluas akses pendidikan menengah bagi masyarakat. Sekolah baru tersebut diresmikan pada Senin (31/8/2026) dan diharapkan mampu menjawab kebutuhan pendidikan seiring bertambahnya jumlah calon peserta didik.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Banten yang dinilai cepat merespons kebutuhan pembangunan sekolah baru di wilayah Kabupaten Tangerang. Menurutnya, keberadaan SMAN 33 tidak hanya menambah pilihan sekolah bagi lulusan SMP, tetapi juga menjadi ruang untuk membentuk karakter dan mengembangkan potensi generasi muda.
“Dengan hadirnya sekolah baru ini, kita berharap akses masyarakat terhadap pendidikan menengah semakin dekat, mudah dan berkualitas,” ujar Maesyal Rasyid saat peresmian.
Ia menilai pembangunan sarana pendidikan memiliki kaitan erat dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, cita-cita mencetak generasi unggul tidak dapat dilepaskan dari ketersediaan sekolah yang memadai serta proses pembelajaran yang berkualitas.
“Tidak mungkin kita cetak generasi emas tanpa sekolah, tanpa pendidikan. Oleh karenanya ini adalah hal yang sangat penting untuk kita mencetak generasi unggul,” tegasnya.
Maesyal juga mengajak sekolah, orang tua, dunia usaha, dunia industri dan masyarakat ikut menjaga perkembangan SMAN 33. Kolaborasi tersebut diperlukan agar sekolah baru itu tidak sekadar bertambah secara fisik, tetapi mampu berkembang menjadi institusi pendidikan yang maju, inovatif dan berprestasi.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan pembangunan SMAN 33 merupakan bagian dari target Pemprov Banten membangun tujuh sekolah baru, yang terdiri atas dua SMA, empat SMK dan satu Sekolah Khusus (SKh).
“Program pembangunan sekolah ini merupakan komitmen Pemprov Banten dalam memperluas akses pendidikan. Sekolah-sekolah ini memiliki daya tampung sekitar 1.356 peserta didik,” ungkap Andra Soni.
Menurut Andra, perluasan fasilitas pendidikan juga berjalan seiring dengan peningkatan partisipasi sekolah. Angka Partisipasi Murni (APM) SMA/SMK sederajat naik dari 63,5 persen pada 2024 menjadi 65,28 persen pada 2025. Sementara Angka Partisipasi Kasar (APK) meningkat dari 79,42 persen menjadi 82,97 persen.
Meski menunjukkan tren positif, Andra mengatakan akses pendidikan menengah masih perlu diperluas. Pemprov Banten akan melanjutkan pembangunan sekolah, ruang kelas baru, serta program sekolah gratis bagi SMA, SMK dan SKh swasta yang telah menjangkau sekitar 60 ribu peserta didik di 800 satuan pendidikan.
Andra menegaskan keberhasilan pembangunan pendidikan membutuhkan dukungan pemerintah kabupaten dan kota, terutama dalam penyediaan lahan dan pembangunan fasilitas. Ia menyebut kolaborasi dengan Kabupaten Tangerang menjadi salah satu contoh kerja bersama yang perlu terus diperkuat.
“Kalau ada kolaborasi seperti yang disampaikan Pak Bupati Tangerang, ini bisa kita kerjakan bersama. Kita akan terus dorong dan kuatkan kolaborasi bersama seperti apa yang telah dilakukan di Kabupaten Tangerang ini,” pungkasnya.



