TANGERANG — Di tengah naik-turunnya kondisi ekonomi, kabar ini terasa seperti napas lega bagi ribuan keluarga di Kabupaten Tangerang. Pemerintah Kabupaten Tangerang memutuskan menaikkan anggaran program sekolah gratis menjadi Rp67 miliar pada 2026—lonjakan signifikan dari Rp40 miliar di tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dadan Gandana, menyebut peningkatan ini sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan tidak ada anak yang terhambat sekolah hanya karena biaya.
“Anggaran program sekolah swasta gratis kami tingkatkan agar cakupannya lebih luas dan manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak masyarakat,” ujarnya, Senin (27/04/2026).
Program ini sebelumnya telah berjalan sejak 2025 di 206 sekolah swasta, terdiri dari 55 SD dan 151 SMP yang tersebar di seluruh kecamatan. Kini, jumlah itu akan bertambah dengan masuknya 26 sekolah baru—3 SD dan 23 SMP—sehingga totalnya mencapai 232 sekolah pada 2026.
Perluasan ini bukan sekadar angka. Dalam enam bulan pelaksanaan di tahun pertama, sekitar 27.000 siswa telah merasakan langsung manfaatnya. Bagi banyak keluarga, program ini menjadi penyelamat di tengah tekanan biaya hidup yang semakin tinggi.
“Kurang lebih 27.000 siswa sudah ikut program ini, dan tahun ini jumlahnya akan bertambah,” kata Dadan.
Di balik data tersebut, ada cerita yang lebih dalam. Banyak orang tua yang sebelumnya harus berpikir ulang untuk menyekolahkan anaknya ke jenjang lebih tinggi, kini mulai memiliki harapan baru. Sekolah swasta yang dulu dianggap mahal, perlahan menjadi lebih terjangkau.
Program ini juga menjadi solusi atas keterbatasan daya tampung sekolah negeri yang selama ini menjadi persoalan klasik. Dengan menggandeng sekolah swasta, pemerintah mencoba membuka lebih banyak pintu bagi anak-anak untuk tetap melanjutkan pendidikan.
“Ini sangat membantu masyarakat. Beban biaya pendidikan yang selama ini ditanggung orang tua bisa berkurang secara signifikan,” jelasnya.
Meski demikian, tantangan tetap ada. Pemerintah dituntut memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga seiring dengan bertambahnya jumlah sekolah yang terlibat. Pengawasan, distribusi anggaran, hingga pemerataan mutu menjadi pekerjaan rumah yang tidak ringan.
Namun di tengah semua itu, satu hal mulai terasa nyata: pendidikan perlahan menjadi lebih inklusif. Bahwa kesempatan belajar tidak lagi sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan ekonomi.
Di Kabupaten Tangerang, sekolah gratis bukan sekadar program—tetapi harapan yang mulai diwujudkan. (red)

