BerandaTANGERANG RAYAKABUPATEN TANGERANGTak Hanya Menulis Berita, Jurnalis Turun ke Lumpur Tanam 10.000 Mangrove Bersama...

Tak Hanya Menulis Berita, Jurnalis Turun ke Lumpur Tanam 10.000 Mangrove Bersama Bupati Tangerang

TANGERANG – Upaya menjaga kelestarian kawasan pesisir Kabupaten Tangerang terus diperkuat melalui aksi nyata penanaman mangrove. Sebanyak 10.000 batang mangrove ditanam di kawasan Ketapang Urban Aquaculture (KUA), Kecamatan Mauk, Rabu (10/6/2026), sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan sekaligus langkah mitigasi menghadapi ancaman abrasi pantai.

Kegiatan tersebut melibatkan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, komunitas Jaringan Jurnalis Peduli Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang, PT Indah Kiat Pulp & Paper, serta masyarakat dan relawan yang ikut turun langsung menanam bibit mangrove di kawasan pesisir.

Dalam kesempatan itu, Maesyal Rasyid mengapresiasi keterlibatan para jurnalis yang tidak hanya menjalankan fungsi sebagai penyampai informasi kepada publik, tetapi juga berperan aktif dalam aksi pelestarian lingkungan. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci penting dalam menjaga keberlanjutan kawasan pesisir yang rentan terhadap dampak perubahan iklim.

“Kami bersama Dinas Lingkungan Hidup, PT Indah Kiat, dan teman-teman wartawan dari Jaringan Jurnalis Peduli Lingkungan melakukan penanaman 10 ribu mangrove sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan. Ini bukti bahwa sinergi pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan insan pers dapat menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Maesyal.

Ia menjelaskan, keberadaan mangrove memiliki fungsi strategis bagi wilayah pesisir. Selain mampu menahan laju abrasi dan intrusi air laut, vegetasi mangrove juga berperan sebagai penyerap karbon alami yang efektif dalam mengurangi dampak pemanasan global. Berdasarkan berbagai penelitian lingkungan, hutan mangrove mampu menyimpan karbon hingga empat kali lebih besar dibandingkan hutan tropis daratan.

Tak hanya itu, ekosistem mangrove juga menjadi habitat penting bagi berbagai jenis ikan, udang, kepiting, hingga burung air yang menopang kehidupan masyarakat pesisir. Karena itu, upaya rehabilitasi mangrove dinilai memiliki manfaat ekonomi sekaligus ekologis dalam jangka panjang.

“Manfaat mangrove sangat besar. Selain menjaga garis pantai dari abrasi, mangrove menghasilkan oksigen, memperbaiki kualitas udara, mendukung penghijauan, dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Program seperti ini harus terus diperluas,” katanya.

Menurut Maesyal, keberhasilan penghijauan di kawasan Ketapang Urban Aquaculture juga berpotensi membuka peluang baru bagi sektor pariwisata daerah. Jika kawasan mangrove berkembang dengan baik, wilayah tersebut dapat menjadi destinasi wisata edukasi lingkungan yang menarik sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

“InsyaAllah jika mangrove tumbuh subur, kawasan ini akan semakin hijau dan menarik. Ketapang Urban Aquaculture memiliki potensi besar menjadi destinasi wisata lingkungan yang mampu menarik pengunjung dari berbagai daerah,” ungkapnya.

Ketapang Urban Aquaculture sendiri selama beberapa tahun terakhir berkembang sebagai kawasan percontohan pengelolaan pesisir terpadu di Kabupaten Tangerang. Selain menjadi lokasi budidaya perikanan, kawasan ini juga mulai dikenal sebagai ruang edukasi lingkungan yang menggabungkan konservasi alam dengan pemberdayaan masyarakat.

Menutup kegiatan tersebut, Maesyal Rasyid menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam gerakan penghijauan pesisir tersebut. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, swasta, media, dan masyarakat dapat terus berlanjut demi menciptakan kawasan pesisir Kabupaten Tangerang yang lebih hijau, sehat, produktif, dan berkelanjutan untuk generasi mendatang. (red)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru