SERANG — Di tengah kecemasan orang tua dan siswa menghadapi seleksi sekolah negeri, Pemerintah Provinsi Banten memilih langkah tegas: menutup rapat celah praktik “titip-menitip”. Melalui kebijakan baru pada SPMB 2026, kuota rombongan belajar (rombel) di SMA dan SMK negeri resmi dikunci ketat—maksimal 36 siswa per kelas, tanpa pengecualian.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Jamaludin, menegaskan bahwa kebijakan ini menjadi garis tegas yang tidak boleh dilanggar oleh satuan pendidikan mana pun.
“Kita kunci maksimal 36 siswa sesuai aturan. Tidak boleh lebih. Ini komitmen kami menjaga integritas penerimaan siswa tahun ini,” ujarnya, Senin (27/04/2026).
Langkah ini diambil sebagai respons atas persoalan klasik yang kerap muncul setiap tahun ajaran baru—kelas “membengkak” karena adanya titipan di luar jalur resmi. Praktik ini bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga merugikan siswa yang seharusnya lolos secara murni.
Jamaludin menyebut, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Banten yang menuntut transparansi total dalam proses penerimaan siswa. Seluruh kepala sekolah pun telah diingatkan untuk patuh pada aturan dalam Peraturan Gubernur Nomor 141.
“Tidak ada ruang kompromi. Semua harus sesuai sistem dan aturan,” tegasnya.
Selain pengetatan kuota, sistem pendaftaran juga dirombak agar lebih tertib. Jika sebelumnya jalur pendaftaran dibuka bersamaan dan kerap menumpuk, kini proses dilakukan bertahap per jalur—mulai dari domisili, afirmasi, prestasi, hingga mutasi.
“Setiap jalur akan dibuka bergiliran. Setelah ditutup, hasilnya langsung diumumkan. Jadi tidak ada lagi penumpukan seperti sebelumnya,” jelas Jamaludin.
Untuk mengantisipasi kendala teknis, pemerintah menggandeng PT Telkom Indonesia dalam penyediaan server. Langkah ini diambil agar sistem tetap stabil saat diakses ribuan pendaftar secara bersamaan—menghindari gangguan yang selama ini kerap dikeluhkan.
Saat ini, proses telah memasuki tahap Pra-SPMB yang berlangsung hingga 31 Mei 2026. Tahapan ini menjadi fase penting untuk verifikasi data awal sebelum pendaftaran utama dibuka pada 10 Juni hingga 10 Juli 2026.
Namun di balik kebijakan yang semakin ketat, harapan orang tua tetap sederhana: anak mereka bisa mendapatkan kursi di sekolah negeri tanpa harus bersaing dengan “jalur belakang”.
Langkah tegas ini menjadi sinyal bahwa sistem mulai dibenahi. Tapi bagi banyak keluarga, ujian sesungguhnya tetap sama—bertarung di jalur yang kini semakin transparan, sekaligus semakin ketat. (red)

