BerandaSportDari Tim Pelengkap Jadi Ancaman Nyata, Cape Verde Kini Bikin Spanyol hingga...

Dari Tim Pelengkap Jadi Ancaman Nyata, Cape Verde Kini Bikin Spanyol hingga Uruguay Waswas

TANGERANG – Tak banyak yang menyangka Grup H akan menjadi salah satu grup paling dramatis di Piala Dunia 2026. Sebelum turnamen dimulai, hampir seluruh pengamat sepak bola dunia sepakat bahwa Spain dan Uruguay akan melenggang mulus ke babak 32 besar. Namun, dua pertandingan pertama justru menghadirkan cerita berbeda.

Sorotan kini mengarah kepada Cape Verde, debutan yang berhasil mengubah peta persaingan. Tim berjuluk Blue Sharks itu menahan imbang Spanyol tanpa gol, lalu kembali mengejutkan dengan hasil 2-2 melawan Uruguay. Dua hasil tersebut membuat persaingan Grup H menjadi terbuka hingga laga terakhir.

Padahal sebelum bola pertama ditendang, superkomputer Opta memberikan peluang lolos Spanyol mencapai 98,5 persen, sedangkan Uruguay 84,3 persen. Cape Verde hanya dipandang sebagai tim pelengkap dengan peluang yang jauh lebih kecil. Kini, prediksi tersebut mulai dipertanyakan karena fakta di lapangan menunjukkan cerita berbeda.

Media Inggris Sports Mole bahkan sebelumnya memprediksi klasemen akhir Grup H akan berakhir dengan Spanyol di puncak dan Uruguay di posisi kedua, sementara Cape Verde diperkirakan hanya meraih satu poin sepanjang fase grup. Kenyataannya, setelah dua pertandingan, Cape Verde sudah mengoleksi dua poin dan masih berpeluang besar mencetak sejarah.

Pelatih Uruguay, Marcelo Bielsa, tak menutupi tekanan yang kini dihadapi timnya. Ia menyebut laga melawan Spanyol sebagai “final” karena kemenangan menjadi target utama jika Uruguay ingin memastikan tiket ke fase gugur tanpa bergantung pada hasil tim lain. Bielsa juga mengakui kualitas permainan Spanyol dan menyebut Lamine Yamal sebagai ancaman terbesar yang harus diwaspadai.

Di kubu Spanyol, pelatih Luis de la Fuente justru memilih bersikap hati-hati. Menurutnya, hasil imbang melawan Cape Verde menjadi pelajaran penting bahwa tidak ada lagi lawan yang bisa dianggap mudah di Piala Dunia. Ia meminta anak asuhnya terus berkembang agar tidak kembali kehilangan poin di laga penentuan.

Sementara itu, kepercayaan diri Cape Verde terus meningkat. Bek senior mereka, Pico Lopes, menegaskan timnya tidak akan mengubah pendekatan permainan saat menghadapi Saudi Arabia. Menurutnya, Cape Verde datang ke Piala Dunia bukan sekadar menikmati pengalaman, melainkan untuk bersaing dan meraih kemenangan. Pelatih Bubista juga menegaskan bahwa timnya layak berada di panggung terbesar sepak bola dunia.

Yang membuat Grup H semakin menegangkan adalah seluruh tim masih memiliki peluang lolos. Spanyol memang berada dalam posisi paling aman, tetapi Uruguay belum tentu lolos apabila gagal mengalahkan Spanyol. Di sisi lain, kemenangan Cape Verde atas Arab Saudi bisa menjadi salah satu kejutan terbesar fase grup sekaligus membuka peluang sejarah bagi negara kepulauan berpenduduk sekitar 530 ribu jiwa itu untuk melaju ke babak gugur.

Banyak analis kini menyebut Grup H sebagai “grup yang paling sulit diprediksi”. Alih-alih menjadi panggung dominasi dua tim unggulan, grup ini justru menghadirkan kisah keberanian tim debutan yang menolak tunduk pada status. Jika Cape Verde kembali membuat kejutan pada laga terakhir, bukan tidak mungkin mereka akan menjadi salah satu cerita terbesar di Piala Dunia 2026.

Bagi pencinta sepak bola, laga penentuan Grup H bukan lagi sekadar perebutan tiket ke babak berikutnya. Ini adalah pertarungan antara tradisi dan mimpi besar—antara raksasa yang berusaha menjaga reputasi dan pendatang baru yang ingin menulis sejarah. (red)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru