ROSARIO — Dunia sepak bola kembali diselimuti kabar duka. Jorge Messi, ayah sekaligus sosok penting dalam perjalanan karier Lionel Messi, meninggal dunia pada Jumat, 7 Agustus 2026, di Rosario, Argentina. Jorge mengembuskan napas terakhir pada usia 68 tahun setelah menjalani perawatan akibat penyakit yang belum dijelaskan secara spesifik kepada publik.
Kepergian Jorge bukan hanya kehilangan bagi keluarga Messi, tetapi juga menutup perjalanan panjang seorang ayah yang berada di belakang salah satu pesepak bola terbesar dunia. Selama bertahun-tahun, Jorge berperan sebagai agen dan penasihat karier Lionel, termasuk ketika putranya masih sangat muda dan harus mengambil keputusan besar untuk mengejar impian bermain di Eropa.
Kisah itu bermula dari Rosario. Lionel Messi tumbuh di kota tersebut sebelum kemudian bergabung dengan akademi Newell’s Old Boys pada usia tujuh tahun. Dari lingkungan sederhana itulah bakat Messi berkembang, sementara keluarganya terus memberikan dukungan ketika perjalanan menuju sepak bola profesional mulai terbuka. Jorge kemudian menjadi agen Messi sejak putranya berusia sekitar 14 tahun dan ikut menangani berbagai urusan profesional sang pemain.
Perjalanan tersebut akhirnya membawa Messi ke Barcelona dan kemudian menjadi salah satu kisah paling luar biasa dalam sejarah sepak bola. Bersama Argentina, ia memenangkan Copa América 2021, Finalissima 2022, Piala Dunia 2022 dan Copa América 2024. Bahkan pada usia 39 tahun, Messi masih menjadi kapten Argentina dan mencatat sejumlah rekor baru di Piala Dunia 2026. Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) sebelumnya menggambarkan Messi sebagai kapten dan simbol penting dalam era emas sepak bola Argentina.
Namun, di balik sorotan stadion dan jutaan penggemar, keluarga Messi dalam beberapa bulan terakhir harus menghadapi persoalan kesehatan Jorge. Pada Juni 2026, kabar mengenai kondisi sang ayah sempat menjadi perhatian publik. Saat itu keluarga meminta privasi setelah muncul berbagai kabar mengenai kesehatan Jorge. Beberapa waktu kemudian, Jorge menjalani perawatan hingga akhirnya meninggal dunia di sebuah fasilitas medis di Rosario.
Momen tersebut membuat perjalanan Messi di Piala Dunia 2026 terasa semakin personal. Selama turnamen, sang kapten tetap tampil untuk Argentina dan terus mencatat sejarah. AFA mencatat Messi memasuki Piala Dunia 2026 sebagai pemegang sejumlah rekor, termasuk pencetak gol terbanyak dalam sejarah Piala Dunia dan pemain dengan jumlah penampilan terbanyak di turnamen tersebut.
Kini, ketika Jorge telah pergi, perhatian publik tentu tertuju kepada Messi dan keluarganya. Namun, terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa kepergian sang ayah akan menentukan keputusan Messi mengenai masa depannya di tim nasional. Yang pasti, Jorge meninggalkan warisan yang jauh lebih besar daripada sekadar catatan sebagai ayah seorang superstar: ia adalah salah satu orang yang menemani Lionel sejak masa kanak-kanak hingga mencapai puncak sepak bola dunia.
Dari Rosario, seorang anak mengejar mimpi. Dari sisi lapangan, seorang ayah terus mendampingi. Kini sang ayah telah pergi, tetapi perjalanan yang pernah mereka mulai bersama akan tetap hidup dalam setiap kisah tentang Lionel Messi. Jorge Messi mungkin tidak lagi berada di tribun untuk menyaksikan putranya bermain, tetapi jejaknya akan selalu melekat pada perjalanan sang legenda. (red)



