TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menggandeng sektor swasta untuk memperkuat pencegahan stunting sejak usia dini melalui Program SIGAP Anak Sehat 2026. Program ini menyasar keluarga dengan anak berisiko stunting di Kecamatan Serpong sebagai bagian dari investasi kesehatan menuju Indonesia Emas 2045.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, intervensi harus dilakukan sedini mungkin karena anak-anak yang mendapat pendampingan saat ini merupakan calon generasi produktif pada 2045. Pemenuhan gizi seimbang menjadi salah satu kunci agar pertumbuhan anak berjalan sesuai usia.
“Saya membayangkan mereka usia 20 tahun pada 2045. Kalau dari sekarang tidak kita intervensi, makanan mereka harus seimbang antara tinggi badan, umur, dengan berat badannya. Itu harus kita intervensi dari sekarang,” ujar Benyamin saat peluncuran SIGAP Anak Sehat 2026, Senin (10/08/2026).
Menurutnya, stunting tidak sebatas persoalan tinggi dan berat badan. Gangguan pemenuhan gizi dalam masa pertumbuhan juga berpotensi memengaruhi perkembangan kognitif dan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pola makan anak dan pendampingan keluarga menjadi bagian penting dalam penanganan.
Kecamatan Serpong dipilih sebagai lokasi program karena masih terdapat anak yang membutuhkan intervensi. Pelaksanaan dilakukan melalui enam puskesmas selama 56 hari, dengan kegiatan pemberian makanan tambahan sekaligus pendampingan keluarga sasaran. Pendekatan ini diharapkan tidak hanya memperbaiki asupan gizi, tetapi juga membangun kebiasaan pengasuhan dan pola makan yang lebih baik.
Program tersebut diperkuat melalui kolaborasi pembiayaan dan dukungan sektor swasta. PT Telkom Indonesia wilayah Banten, bersama Srikandi Telkom Group dan Danantara Indonesia, turut memberikan dukungan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).
Benyamin mengapresiasi keterlibatan dunia usaha karena penanganan stunting membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, keluarga, tenaga kesehatan dan sektor swasta. “Atas nama pemerintah kota dan masyarakat, saya ucapkan terima kasih kepada PT Telkom, khususnya wilayah Banten, yang telah mengeluarkan CSR-nya, TJSL-nya dalam kaitan dengan program penanganan stunting,” katanya.
Pemkot Tangsel berharap model kolaborasi tersebut dapat diperluas ke wilayah lain dan tidak berhenti pada isu stunting. Dukungan TJSL juga diharapkan menyentuh program kesehatan serta pendidikan sehingga upaya membangun kualitas sumber daya manusia dapat dilakukan secara berkelanjutan. Bagi Tangsel, intervensi hari ini bukan sekadar menangani masalah gizi anak, tetapi menyiapkan generasi yang sehat dan produktif untuk menghadapi 2045. (red)



