BerandaBANTENKABUPATEN LEBAKKemarau Surutkan Waduk Karian, Kampung yang Hilang Muncul Kembali

Kemarau Surutkan Waduk Karian, Kampung yang Hilang Muncul Kembali

LEBAK – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Lebak menghadirkan pemandangan tak biasa di Waduk Karian. Permukaan air yang menyusut hingga sekitar 4–5 meter membuat Kampung Somang, permukiman yang tenggelam sejak pembangunan bendungan, kembali terlihat setelah bertahun-tahun berada di dasar waduk.

Fondasi rumah, sisa jalan kampung, hingga bekas pekarangan yang dulu menjadi bagian kehidupan warga kini muncul ke permukaan. Fenomena langka itu mengundang mantan penghuni kampung datang kembali, bukan untuk menetap, melainkan mengenang kampung halaman yang pernah mereka tinggalkan demi proyek strategis nasional.

Bagi Amir, salah seorang warga yang direlokasi, pemandangan tersebut menjadi momen yang sulit dilupakan. Berdiri di atas tanah yang dahulu menjadi tempat tinggalnya, ia mengaku dihantam rasa haru sekaligus kehilangan.

“Sedih sekali melihat rumah yang dulu kami tempati sekarang muncul lagi. Banyak kenangan di sini, tetapi kami sudah tidak bisa kembali tinggal seperti dulu. Rasanya campur aduk, ikatan dengan tanah kelahiran ini tidak pernah hilang,” tutur Amir, Selasa (4/8/2026).

Di balik kisah nostalgia itu, kemarau juga membawa persoalan baru bagi warga di sekitar waduk. Sejumlah sumber air bersih mengering sehingga masyarakat terpaksa memanfaatkan air Waduk Karian untuk mandi dan mencuci, sementara kebutuhan air minum harus dipenuhi dari kampung lain.

Murni, warga sekitar, mengatakan keluarganya harus mengambil air bersih sejauh sekitar tiga kilometer karena tidak berani mengonsumsi air waduk. Kondisi tersebut telah berlangsung hampir tiga bulan dan hingga kini warga mengaku belum menerima bantuan distribusi air bersih.

“Kalau untuk memasak dan minum kami harus mengambil air ke kampung lain. Sudah hampir tiga bulan seperti ini dan kami berharap segera ada bantuan air bersih,” ujarnya.

Waduk Karian merupakan salah satu bendungan strategis nasional yang dibangun untuk mendukung penyediaan air baku, irigasi, pengendalian banjir, serta pasokan air bagi wilayah Banten dan sekitarnya. Namun di tengah musim kemarau tahun ini, surutnya permukaan waduk justru membuka kembali jejak kampung yang pernah hilang sekaligus mengingatkan warga pada cerita yang tak pernah benar-benar tenggelam. (red)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru