SERPONG – Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie angkat bicara terkait akses jalan SDN Lengkong Karya, Serpong yang sempat ditembok beton oleh pemilik lahan buntut kekecewaan karena tanah yang digunakan untuk akses jalan sekolah itu tak kunjung dibebaskan.
Benyamin menjelaskan, penganggaran dan negosiasi sudah dilakukan sejak awal tahun Anggara 2023. Namun pembebasan tak kunjung selesai lantaran anggaran yang sudah disiapkan dialokasikan untuk kepentingan yang lain.
Selain itu, luas yang dibutuhkan Pemerintah untuk akses jalan sekolah tidak sesuai dengan permintaan luas pembebasan yang diajukan pemilik lahan.
“Awalnya pemilik lahan minta seluas 1000 – 1500 meter lahannya dibebaskan, sementara kami hanya membutuhkan kurang lebih 50-100 meter. Kedua alokasi anggaran yang awalnya sudah disiapkan di perencanaan murni digunakan terlebih dahulu untuk kebutuhan yang lain” jelasnya saat ditemui di rumah dinas, Serpong, Senin (17/7/2023).
Kendati demikian, Benyamin menjamin permasalahan ini tidak akan mengganggu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SD Lengkong Karya. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah sudah melakukan kesepakatan dan akan dilakukan pembongkaran pagar besok hari.
“Hari ini sudah dilakukan pertemuan kembali dengan pemilik lahan akhirnya disepakati luas yang akan dibeli sekitar 80 meter. Dan besok insyaallah pagar itu akan dibongkar oleh pemiliknya” ucap Benyamin.

