KOTA TANGERANG – Kursi Ketua DPRD Kota Tangerang yang ditinggalkan almarhum Rusdi Alam kini menjadi arena uji kekuatan sekaligus konsolidasi internal Partai Golkar. Sebanyak enam kader dari Fraksi Golkar resmi masuk dalam bursa pengisian jabatan tersebut setelah seluruhnya mengikuti penjaringan dan mengembalikan formulir pencalonan.
Enam nama yang telah ditetapkan melalui rapat pleno DPD Partai Golkar Kota Tangerang itu yakni Kosasih, Mustofa Kamaludin, Samsuni, Jamaluddin, Saiful Milah, dan Supiani. Mereka selanjutnya akan diusulkan ke tingkat provinsi sebelum hasilnya diteruskan kepada DPP Partai Golkar untuk menentukan satu nama yang akan mendapat rekomendasi.
Ketua DPD Partai Golkar Kota Tangerang Sachrudin mengatakan, proses tersebut menunjukkan bahwa partainya memiliki cukup banyak kader yang siap mengisi posisi strategis di lembaga legislatif. Dari total delapan anggota DPRD Kota Tangerang asal Fraksi Golkar, enam di antaranya memilih mengikuti penjaringan.
“Dari delapan anggota DPRD Kota Tangerang dari Partai Golkar, enam yang mendaftar dan mengembalikan formulir,” kata Sachrudin usai rapat pleno di Kantor DPD Partai Golkar Kota Tangerang, Minggu (23/08/2026).
Menurut Sachrudin, keenam kandidat tidak langsung ditetapkan sebagai calon definitif. Nama-nama tersebut masih harus melalui tahapan berikutnya karena keputusan akhir berada di tangan DPP. Setelah pleno tingkat kota, berkas keenam kader akan disampaikan melalui DPD Partai Golkar Provinsi Banten.
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Banten Andika Hazrumy menyebut mekanisme penjaringan internal sebagai kesempatan untuk mengukur kualitas dan kapasitas kader. Ia menilai banyaknya peserta justru memperlihatkan bahwa regenerasi dan kompetisi di tubuh Golkar Kota Tangerang berjalan cukup dinamis.
“Ini gagasan dan inisiatif dari ketua DPD II untuk melihat semua potensi kader terbaik Partai Golkar,” ujar Andika.
Dalam proses seleksi, kemampuan kandidat tidak hanya dilihat dari posisi politiknya. Tim seleksi juga mempertimbangkan kapasitas masing-masing calon dalam mendukung kebutuhan pembangunan Kota Tangerang. Hasil analisis tim seleksi nantinya menjadi bagian dari bahan yang disampaikan DPD Banten kepada DPP bersama hasil pleno tingkat kota.
Andika memastikan hasil penjaringan dapat segera diteruskan ke tingkat pusat. Namun, kapan keputusan final diterbitkan sepenuhnya menjadi kewenangan DPP Partai Golkar. Dengan demikian, enam nama tersebut saat ini masih berada dalam posisi yang sama sebagai kandidat, sementara keputusan akhir belum ditentukan. Kekosongan jabatan Ketua DPRD Kota Tangerang terjadi setelah Rusdi Alam meninggal dunia pada Minggu, 19 Juli 2026. Kepergian Rusdi membuat Golkar harus menyiapkan pengganti untuk mengisi posisi pimpinan legislatif tersebut. Bagi partai berlambang pohon beringin itu, proses kali ini bukan hanya soal memilih satu nama, tetapi juga menjadi momentum mengukur kesiapan kader menghadapi kebutuhan politik dan pembangunan Kota Tangerang ke depan. (red)



