TANGERANG – Grup G Piala Dunia 2026 akhirnya melahirkan dua wakil yang berhak melaju langsung ke babak 32 besar. Belgia bangkit di saat yang paling menentukan, sementara Mesir mengukir sejarah dengan lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya sejak format turnamen diperluas menjadi 48 peserta.
Belgia memastikan status sebagai juara Grup G setelah menghancurkan Selandia Baru dengan skor telak 5-1 pada laga terakhir. Kemenangan besar itu membuat skuad asuhan Rudi Garcia mengoleksi lima poin, sama dengan Mesir, tetapi unggul selisih gol sehingga berhak finis di puncak klasemen.
Bintang kemenangan Belgia adalah Leandro Trossard yang mencetak dua gol. Sementara Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku, dan Alexis Saelemaekers turut menyumbang gol dalam pesta lima gol Setan Merah. Penampilan De Bruyne menjadi sorotan setelah menyumbang satu gol dan dua assist, sekaligus membuktikan kualitasnya sebagai motor permainan Belgia.
Di pertandingan lain, Mesir bermain imbang 1-1 melawan Iran. Tambahan satu poin cukup membawa tim berjuluk The Pharaohs mengamankan tiket ke babak 32 besar sebagai runner-up grup. Sementara Iran harus puas finis di posisi ketiga dan menanti kepastian apakah koleksi tiga poin mereka cukup untuk masuk dalam daftar delapan peringkat ketiga terbaik.
Keberhasilan Belgia menjadi juara grup terasa istimewa karena mereka sempat menuai kritik setelah hanya bermain imbang melawan Mesir dan Iran pada dua laga awal. Namun keputusan Rudi Garcia melakukan rotasi pemain, termasuk mencadangkan Lukaku sejak menit pertama, justru menjadi titik balik. Trossard menjawab kepercayaan itu dengan dua gol, sedangkan Lukaku yang masuk dari bangku cadangan tetap mampu mencatatkan namanya di papan skor.
Usai pertandingan, Rudi Garcia menilai kemenangan besar tersebut menjadi bukti bahwa Belgia masih memiliki kedalaman skuad yang mampu membuat perbedaan di laga-laga penting. Ia juga meminta para pemainnya tetap membumi karena tantangan sesungguhnya baru akan dimulai di fase gugur.
Di kubu Mesir, hasil imbang melawan Iran disambut positif karena sudah cukup mengantarkan mereka lolos. Tim yang diperkuat Mohamed Salah tampil konsisten sepanjang fase grup dengan menahan Belgia, mengalahkan Selandia Baru, lalu mengamankan satu poin penting saat menghadapi Iran.
Sementara itu, perjuangan Iran belum sepenuhnya berakhir. Posisi mereka sebagai peringkat ketiga masih membuka peluang lolos melalui jalur delapan tim peringkat ketiga terbaik. Kepastian nasib Iran baru akan ditentukan setelah seluruh pertandingan fase grup selesai dimainkan.
Dengan hasil ini, Belgia kembali menunjukkan mental sebagai tim besar yang mampu bangkit saat berada di bawah tekanan. Di sisi lain, Mesir berhasil membuktikan diri sebagai salah satu kejutan menyenangkan turnamen. Setelah Grup H menghadirkan kisah sensasional Cape Verde, Grup G menyuguhkan cerita kebangkitan Belgia dan konsistensi Mesir yang akhirnya berbuah tiket ke fase gugur. (red)



