Kamis, Juni 4, 2026
BerandaTANGERANG RAYAKOTA TANGERANG SELATANSetu, Serpong, dan Serut Masuk Zona Waspada Kekeringan, Pemkot Tangsel Bergerak Cepat

Setu, Serpong, dan Serut Masuk Zona Waspada Kekeringan, Pemkot Tangsel Bergerak Cepat

TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebih ekstrem dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sejumlah wilayah yang selama ini menjadi langganan kekeringan, terutama Kecamatan Setu, Serpong, dan Serpong Utara, kini menjadi fokus pengawasan dan penanganan pemerintah daerah.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, mengatakan ketersediaan air bersih menjadi salah satu perhatian utama selama musim kemarau. Untuk itu, Pemkot Tangsel bersama Perseroda PITS terus mempercepat pembangunan jaringan distribusi air minum guna memperluas akses layanan air bersih bagi masyarakat.

“Kalau musim kemarau, persoalan yang sering muncul adalah kekeringan. Karena itu Pemkot Tangsel bersama Perseroda PITS terus mendorong percepatan pembangunan saluran pipa air minum agar kebutuhan air bersih masyarakat ke depan dapat terpenuhi lebih baik,” ujar Pilar, Rabu (3/6/2026).

Selain ancaman kekeringan, Pilar juga mengingatkan masyarakat terhadap meningkatnya risiko kebakaran dan pencemaran udara akibat pembakaran sampah. Menurutnya, kebiasaan membakar sampah saat cuaca kering harus dihindari karena berpotensi memicu kebakaran lahan sekaligus memperburuk kualitas udara.

Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan, Essa Nugraha, menjelaskan berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Banten mulai memasuki musim kemarau sejak awal Juni dan diperkirakan berlangsung hingga Agustus mendatang. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kekeringan selama tiga hingga empat bulan.

“Dari pengalaman penanganan sebelumnya, wilayah yang paling sering terdampak berada di Kecamatan Setu, kemudian Serpong dan Serpong Utara. Setu menjadi perhatian utama karena tingkat kerawanannya paling tinggi,” kata Essa.

Sebagai langkah mitigasi, BPBD bersama Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) telah menyiapkan 53 toren air bersih berkapasitas masing-masing 5.000 liter yang ditempatkan di berbagai fasilitas umum dan fasilitas sosial di wilayah rawan kekeringan. Toren tersebut akan menjadi titik distribusi air bersih bagi masyarakat apabila pasokan air mulai terganggu.

Tak hanya itu, BPBD juga telah menjalin kerja sama dengan Perseroda PITS serta sejumlah perusahaan swasta seperti Alam Sutera dan Sinar Mas untuk mendukung ketersediaan air bersih saat kondisi darurat. Bahkan, BPBD memiliki alat penyuling air yang mampu memproduksi hingga 2.000 liter air bersih per jam sebagai cadangan jika diperlukan.

Essa mengimbau masyarakat untuk mulai memanfaatkan sisa curah hujan yang masih turun di beberapa wilayah dengan menampung air sebagai persediaan rumah tangga. Warga juga diminta segera melaporkan jika mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih melalui layanan darurat 112 agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

“Insya Allah kami sudah siap menghadapi musim kemarau. Namun kesiapsiagaan masyarakat juga sangat penting agar dampak kekeringan dapat diminimalkan. Jika ada kondisi darurat, segera laporkan supaya bisa langsung kami tindak lanjuti,” tegasnya.

Dengan berbagai langkah antisipasi yang telah disiapkan, Pemkot Tangsel berharap kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau. Di sisi lain, kesadaran warga untuk menjaga lingkungan dan menggunakan air secara bijak menjadi faktor penting dalam menghadapi ancaman kekeringan yang diprediksi lebih berat tahun ini. (red)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru