KOTA TANGERANG – Memasuki musim kemarau 2026, ancaman polusi udara dan dampak perubahan iklim kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Tangerang. Melalui rangkaian Peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) 2026 bertema “Aksi untuk Iklim”, berbagai program disiapkan untuk mengajak masyarakat berperan aktif menjaga kualitas lingkungan sekaligus menekan pencemaran udara.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, peringatan Hari Lingkungan Hidup kali ini berlangsung selama satu bulan penuh, mulai 2 hingga 30 Juni 2026. Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat, komunitas, sekolah, perusahaan, hingga organisasi kemasyarakatan dalam berbagai aksi nyata pelestarian lingkungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Wawan Fauzi, mengatakan salah satu fokus utama tahun ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengendalian emisi kendaraan bermotor yang menjadi salah satu penyumbang pencemaran udara di kawasan perkotaan.
“Rangkaian kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi untuk menghadirkan aksi nyata dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya upaya pengendalian perubahan iklim,” ujar Wawan, Kamis (04/06/2026).
Menurutnya, sejumlah kegiatan telah disiapkan sepanjang Juni, mulai dari uji emisi kendaraan, car free day, lomba Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPLH), sosialisasi Sekolah Adiwiyata, pelantikan Saka Kalpataru, penanaman pohon, sedekah sampah, penertiban tempat pembuangan sampah ilegal, hingga program truck wash untuk kendaraan pengangkut sampah.
Uji emisi menjadi salah satu program yang mendapat perhatian khusus. Pasalnya, kualitas udara perkotaan sangat dipengaruhi oleh jumlah kendaraan bermotor yang terus meningkat setiap tahun. Kendaraan yang tidak terawat berpotensi menghasilkan emisi gas buang lebih tinggi yang dapat berdampak pada kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan lansia.
Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat. Menurutnya, upaya mengurangi polusi udara dan dampak perubahan iklim harus dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
“Kami ingin peringatan Hari Lingkungan Hidup tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. Yang lebih penting adalah bagaimana seluruh elemen masyarakat terlibat dalam aksi nyata menjaga lingkungan, mengurangi pencemaran, dan membangun budaya hidup yang lebih ramah lingkungan,” ujar Sachrudin.
Sebagai puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026, DLH Kota Tangerang akan menggelar kegiatan bersama masyarakat pada 6 Juni 2026 di Taman Ekspresi, Karawaci. Kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi berbagai pihak untuk menunjukkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan pengendalian perubahan iklim.
DLH juga membuka kesempatan bagi sekolah, komunitas, perusahaan, dan organisasi masyarakat untuk mendaftarkan kegiatan lingkungan yang mereka selenggarakan secara mandiri selama Juni 2026. Langkah ini diharapkan mampu memperluas gerakan lingkungan hingga ke tingkat masyarakat paling bawah.
Di tengah meningkatnya ancaman cuaca ekstrem dan kualitas udara yang menjadi perhatian dunia, Kota Tangerang berupaya menunjukkan bahwa aksi lingkungan tidak harus dimulai dari hal besar. Melalui uji emisi, penghijauan, pengurangan sampah, hingga perubahan perilaku sehari-hari, setiap warga memiliki peran penting dalam menciptakan kota yang lebih sehat, nyaman, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. (red)


