KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang memastikan seluruh jemaah haji yang kembali dari Tanah Suci mendapatkan pemantauan kesehatan secara menyeluruh. Tidak hanya saat tiba di debarkasi, pengawasan kondisi kesehatan juga akan dilakukan hingga tiga pekan setelah jemaah kembali ke rumah masing-masing.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang terhadap proses pemeriksaan kesehatan jemaah haji yang tiba melalui debarkasi Asrama Haji Banten Grand El-Hajj, Cipondoh. Langkah ini dilakukan untuk memastikan para jemaah dapat kembali berkumpul bersama keluarga dalam kondisi aman dan sehat.
Kepala Dinkes Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, mengatakan pihaknya menyiapkan tenaga kesehatan serta fasilitas pendukung guna membantu proses pemeriksaan yang dilakukan bersama Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Soekarno-Hatta.
“Kami mendukung penuh langkah panitia dan pihak berwenang di sini. Sesuai prosedur yang berjalan, setiap jemaah haji yang tiba langsung diperiksa. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi kesehatan yang baik, maka jemaah akan diserahkan kepada pemerintah daerah untuk proses selanjutnya,” ujar Dini, Selasa (02/06/2026).
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi bagian penting dalam rangkaian pemulangan jemaah haji. Selain memastikan kondisi fisik para jemaah setelah menempuh perjalanan panjang, proses tersebut juga bertujuan mendeteksi lebih dini potensi penyakit agar dapat segera ditangani apabila ditemukan keluhan kesehatan.
Tak berhenti saat kedatangan, Dinkes Kota Tangerang juga akan melakukan pemantauan kesehatan lanjutan melalui jaringan puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah. Selama tiga minggu ke depan, para jemaah diimbau memanfaatkan layanan kesehatan terdekat apabila mengalami gangguan kesehatan pascakepulangan dari Arab Saudi.
“Selama periode pemantauan tersebut, jemaah yang mengalami keluhan kesehatan dapat memanfaatkan layanan di puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut,” tambah Dini.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan bahwa pelayanan kesehatan bagi jemaah haji merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. Menurutnya, kesehatan para jemaah harus menjadi perhatian utama setelah menjalani rangkaian ibadah yang menguras tenaga dan fisik.
“Kami ingin memastikan seluruh jemaah haji asal Kota Tangerang dapat kembali ke tengah keluarga dalam kondisi sehat. Karena itu, seluruh perangkat daerah terkait kami minta memberikan pelayanan terbaik, termasuk pemantauan kesehatan setelah kepulangan mereka,” ujar Sachrudin. Diketahui, ribuan jemaah haji asal Kota Tangerang mulai dipulangkan secara bertahap sepanjang Juni 2026 melalui Asrama Haji Banten Grand El-Hajj. Dengan dukungan tenaga medis, fasilitas kesehatan, dan pemantauan berkelanjutan, pemerintah berharap seluruh jemaah dapat menjalani masa pemulihan dengan baik sekaligus membawa pulang predikat haji yang mabrur. (red)


