TANGSEL – Komitmen menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, dan terang bagi masyarakat terus diperkuat Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel). Melalui program Tangsel Terang, Pemkot Tangsel menargetkan pemasangan 2.225 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) baru sepanjang 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas akses penerangan hingga ke jalan-jalan lingkungan.
Program yang menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah tersebut terus menunjukkan progres signifikan. Sejak mulai dijalankan pada 2023, jumlah lampu yang telah terpasang melalui program Tangsel Terang mencapai sekitar 11.500 titik yang tersebar di tujuh kecamatan. Kehadiran lampu jalan dinilai tidak hanya meningkatkan kenyamanan warga, tetapi juga membantu menekan potensi kriminalitas serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pada malam hari.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan, Ayep Jajat Sudrajat, mengatakan program ini akan terus dilanjutkan karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Penentuan lokasi pemasangan dilakukan berdasarkan hasil verifikasi lapangan, usulan Musrenbang, hingga laporan warga yang masuk ke pemerintah daerah.
“Untuk tahun ini kami masih melanjutkan Program Tangsel Terang. Pembangunan lampu dilakukan di jalan-jalan lingkungan dengan target sekitar 2.225 titik,” ujar Ayep.
Selain memperluas cakupan penerangan lingkungan, Pemkot Tangsel juga tengah mengusulkan pengelolaan lampu jalan yang berada di ruas jalan nasional agar pelayanan kepada masyarakat semakin cepat. Saat ini terdapat sekitar 211 titik PJU di jalan nasional yang masih menjadi aset pemerintah pusat. Jika proses hibah terealisasi, perbaikan maupun pemeliharaan lampu dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus menunggu mekanisme pusat.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan bahwa program Tangsel Terang bukan sekadar proyek pemasangan lampu, melainkan bagian dari upaya menciptakan ruang publik yang lebih aman dan produktif. Menurutnya, penerangan yang memadai akan memberikan rasa aman bagi warga sekaligus membuka peluang aktivitas sosial dan ekonomi pada malam hari.
“Kami ingin masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman. Lingkungan yang terang akan menghadirkan rasa aman sekaligus mendukung kegiatan positif warga,” kata Benyamin.
Di tingkat provinsi, perhatian terhadap penerangan jalan juga menjadi salah satu agenda prioritas Pemerintah Provinsi Banten. Gubernur Banten Andra Soni bahkan telah menggelar rapat koordinasi khusus terkait penanganan PJU pada ruas jalan nasional. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan, mendukung sektor pariwisata, serta memperkuat aktivitas ekonomi malam hari di seluruh wilayah Banten.
Data Pemprov Banten menunjukkan kebutuhan penerangan jalan nasional di wilayah Banten masih cukup besar. Untuk ruas jalan nasional sepanjang sekitar 567 kilometer, diperkirakan dibutuhkan hingga 8.000 titik PJU agar seluruh jalur dapat diterangi secara optimal. Selain itu, melalui program unggulan Banten Bagus, Pemprov juga terus mengalokasikan pembangunan infrastruktur dasar termasuk fasilitas penerangan jalan di berbagai daerah.
Sinergi antara Pemkot Tangsel dan Pemprov Banten ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya kawasan perkotaan yang lebih terang, aman, dan ramah bagi masyarakat. Dengan perluasan jaringan PJU yang terus dilakukan setiap tahun, program Tangsel Terang diproyeksikan menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung kualitas hidup warga serta pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (*)


