BerandaTANGERANG RAYAKOTA TANGERANG SELATANPengendara Mengeluh Antrean Mengular, DPRD Minta Dishub Tangsel Benahi Rekayasa Lalu Lintas...

Pengendara Mengeluh Antrean Mengular, DPRD Minta Dishub Tangsel Benahi Rekayasa Lalu Lintas Rawabuntu

TANGSEL – Rekayasa lalu lintas melalui pemasangan stick cone di Jalan Raya Rawabuntu, Kecamatan Serpong, tepatnya di sekitar Stasiun Rawabuntu, menuai sorotan. Kebijakan yang diharapkan mampu mengurangi konflik kendaraan justru dikeluhkan sejumlah pengguna jalan karena dinilai memicu antrean kendaraan lebih panjang, terutama saat jam sibuk.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Tangerang Selatan, Julham Firdaus, menilai pemasangan pembatas jalan merupakan langkah yang baik sebagai bagian dari manajemen lalu lintas. Namun, menurutnya, kebijakan tersebut tidak akan memberikan hasil maksimal apabila tidak diikuti dengan pengawasan langsung dan sosialisasi kepada masyarakat.

“Kalau menerapkan aturan baru, petugas juga harus standby di lapangan. Jangan hanya memasang cone, tetapi pengendara dibiarkan menyesuaikan sendiri,” kata Julham, Selasa (14/7/2026).

Menurut Julham, perubahan pola pergerakan kendaraan membuat banyak pengendara yang biasa langsung menuju kawasan Stasiun Rawabuntu harus mencari jalur baru. Masa transisi seperti ini membutuhkan kehadiran petugas untuk mengarahkan arus lalu lintas, memberikan informasi, sekaligus mengantisipasi kemacetan yang berpotensi semakin panjang.

Selain evaluasi rekayasa lalu lintas, Julham juga meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan menindak tegas angkutan kota yang masih berhenti atau menunggu penumpang di bahu jalan. Aktivitas tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab berkurangnya kapasitas jalan sehingga memperparah kepadatan kendaraan di kawasan stasiun.

“Tidak boleh ada angkot ngetem di badan jalan. Kalau ingin menunggu penumpang, manfaatkan area yang sudah disediakan di dalam kawasan stasiun agar arus lalu lintas tetap lancar,” tegasnya.

Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah pengguna jalan. Salah satunya, Gani, yang setiap hari melintasi Jalan Raya Rawabuntu. Ia mengaku kondisi lalu lintas pada pagi hari justru terasa lebih padat sejak stick cone dipasang di dekat putaran balik menuju akses Tol BSD dan kawasan ITC BSD.

“Malah makin macet. Tadi pagi antreannya panjang sekali. Mungkin tujuannya supaya kendaraan tidak langsung belok ke arah stasiun, tetapi kenyataannya arus kendaraan malah melambat,” ujar Gani.

Sebagai informasi, kawasan Stasiun Rawabuntu merupakan salah satu simpul transportasi tersibuk di Tangerang Selatan. Setiap hari, ribuan pengguna KRL Commuter Line, kendaraan pribadi, angkutan kota, ojek online, hingga bus pengumpan beraktivitas di kawasan tersebut. Tingginya mobilitas membuat perubahan sekecil apa pun terhadap pola lalu lintas dapat berdampak signifikan terhadap kelancaran arus kendaraan, terutama pada jam keberangkatan dan kepulangan kerja.

Pakar transportasi pada umumnya menyebut keberhasilan rekayasa lalu lintas tidak hanya bergantung pada perubahan fisik jalan, tetapi juga dipengaruhi oleh masa adaptasi pengguna, penegakan aturan, evaluasi berkala, serta pengendalian titik hambatan seperti parkir liar dan angkutan umum yang berhenti sembarangan. Karena itu, DPRD berharap Dishub Tangsel segera melakukan evaluasi menyeluruh agar tujuan utama rekayasa lalu lintas benar-benar tercapai, yakni mengurangi kemacetan tanpa menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat.(red)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru