BerandaTANGERANG RAYAKOTA TANGERANG SELATANHanya 6 dari 16 Armada Damkar Tangsel Masih Prima, Pemkot Siapkan Peremajaan...

Hanya 6 dari 16 Armada Damkar Tangsel Masih Prima, Pemkot Siapkan Peremajaan Bertahap

TANGSEL – Kesiapsiagaan armada pemadam kebakaran menjadi salah satu faktor penting dalam menyelamatkan nyawa dan meminimalkan kerugian saat terjadi kebakaran. Namun di Kota Tangerang Selatan, sebagian besar kendaraan operasional yang dimiliki Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) kini telah memasuki usia tua sehingga membutuhkan peremajaan agar pelayanan tetap optimal.

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Tangerang Selatan, Achmad Dohiri Adam, mengungkapkan dari 16 unit mobil pemadam yang dimiliki, hanya enam unit yang masih berada dalam kondisi prima. Sementara 10 armada lainnya mengalami penurunan performa karena telah beroperasi sejak pengadaan tahun 2010, 2012, hingga 2014.

“Kalau yang benar-benar siap dan kondisinya masih sangat baik hanya enam unit. Sisanya masih kami operasikan, tetapi performanya sudah menurun karena usia kendaraan yang cukup lama,” ujar Adam, Selasa (14/7/2026).

Selain armada pemadam, Damkar Tangsel juga memiliki 23 kendaraan operasional, terdiri atas mobil rescue, kendaraan komando, mobil peralatan, ambulans hingga sepeda motor operasional. Meski begitu, beban kerja kendaraan pemadam jauh lebih berat dibanding kendaraan dinas pada umumnya karena harus bersiaga selama 24 jam dengan tangki air yang hampir selalu terisi penuh.

Menurut Adam, usia ideal kendaraan pemadam hanya sekitar lima tahun. Namun keterbatasan anggaran membuat kendaraan yang telah melewati masa pakai tersebut tetap dipertahankan melalui perawatan rutin agar masih dapat digunakan dalam operasi penyelamatan.

“Kami terus melakukan perawatan agar armada tetap layak jalan. Ketika terjadi kebakaran besar, semua kendaraan yang masih memungkinkan tetap kami turunkan selama sistem pompa airnya masih berfungsi,” jelasnya.

Ia menambahkan, satu unit kendaraan bahkan sudah tidak dapat dioperasikan lagi akibat kerusakan berat. Daripada menjadi barang tidak terpakai, armada tersebut akan direkondisi menjadi mobil edukasi kebakaran yang digunakan untuk mengenalkan budaya keselamatan kepada anak-anak usia dini.

Kebutuhan armada Damkar Tangsel juga masih cukup besar. Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 114 Tahun 2018 tentang Standar Teknis Pelayanan Dasar pada Standar Pelayanan Minimal Sub Urusan Kebakaran Daerah Kabupaten/Kota, setiap pos pemadam idealnya memiliki dua unit mobil pemadam, sedangkan markas komando membutuhkan empat unit. Dengan tujuh pos aktif, satu markas komando, serta rencana pembangunan pos baru di Kecamatan Setu, Tangsel diperkirakan membutuhkan sedikitnya 20 unit armada yang siap operasional.

Selain kendaraan, Damkar juga mengusulkan pengadaan selang berdiameter besar dan pembaruan mobil tangki air agar proses pemadaman dapat berlangsung lebih cepat, terutama saat menghadapi kebakaran skala besar di kawasan permukiman maupun bangunan bertingkat.

Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan memastikan Pemerintah Kota akan melakukan peremajaan armada secara bertahap sesuai kemampuan fiskal daerah. Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir pemerintah lebih dahulu memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar, mulai dari pembangunan pos Damkar di setiap kecamatan, gedung operasional, hingga penguatan kapasitas Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar).

“Sekarang infrastruktur dasar sudah mulai lengkap. Tahap berikutnya kami akan fokus memperbarui armada secara bertahap melalui APBD, perbaikan kendaraan yang masih layak, maupun peluang hibah dari pemerintah pusat maupun pihak lainnya,” ujar Pilar.

Pilar menegaskan armada pemadam bukan sekadar aset pemerintah, melainkan fasilitas vital yang menentukan kecepatan respons saat terjadi keadaan darurat. Karena itu, ia akan mendorong penambahan anggaran untuk mendukung modernisasi sarana Damkar agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.

“Saya akan berkoordinasi dengan BKAD agar kebutuhan armada menjadi perhatian dalam penyusunan anggaran. Investasi pada kendaraan pemadam berarti investasi untuk keselamatan masyarakat. Semakin cepat petugas tiba di lokasi, semakin besar peluang menyelamatkan jiwa dan mengurangi kerugian akibat kebakaran,” tegasnya. (red)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru