Selasa, Juni 18, 2024
BerandaNASIONALMakin Ramai, Aksi Demonstrasi Menolak Kenaikan Harga BBM Terjadi di Beberapa Wilayah

Makin Ramai, Aksi Demonstrasi Menolak Kenaikan Harga BBM Terjadi di Beberapa Wilayah

JAKARTA – Aksi demonstrasi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terjadi di beberapa daerah sejak Senin (5/9/2022) hingga hari ini Selasa (6/9/2022).

Demo dilakukan mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menaikkan harga Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Sabtu (3/9/2022).

Sebelumnya, Jokowi menyebut keputusan menaikkan harga BBM karena saat ini pemerintah dalam situasi yang sulit karena adanya gejolak harga minyak dunia.

“Saat ini pemerintah harus membuat keputusan dalam situasi yang sulit. Ini adalah pilihan terkahir pemerintah, yaitu mengalihkan subsidi BBM,” kata Jokowi, Sabtu (3/9/2022).

Rincian kenaikan harga BBM sebagai berikut:

Harga Pertalite dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter

Harga Solar subsidi dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter

Harga Pertamax dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter.

 

  1. Jakarta

Aksi demo penolakan kenaikan harga BBM digelar oleh kelompok buruh di depan Gedung DPR Jakarta Pusat pada Selasa (6/9/2022).

Massa melakukan aksi demonstrasi sembari bernyanyi dan membentuk barisan serta membawa spanduk penolakan BBM di gerbang utama DPR RI.

Berikut tuntutan aksi demo di Jakarta:

  • Tolak kenaikan harga BBM
  • Tolak Omnibus La
  • Naikkan UMK/UMS sebesar 13 persen.

 

  1. Palembang

Aksi demonstrasi menolak kenaikan BBM juga terjadi di Palembang, Sumatera Selatan. Adanya demo ini, membuat akses jalan menuju Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan ditutup pada Senin (5/9/2022).

Dalam demo di Palembang tersebut, sebanyak 900 personel polisi diturunkan untuk pengamanan. Selain itu, kendaraan taktis dan lapis baja juga disiagakan di lokasi aksi.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Ilir Barat I Palembang Kompol Roy Tambunan menyebut ada sekitar 1.000 demonstran yang datang ke lokasi.

 

  1. Makassar

Aksi demo juga terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan pada Senin (5/9/2022) yang diwarnai kericuhan antara mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) dengan warga.

Bentrokan antara mahasiswa dan warga ini terjadi sekitar pukul 20.00 WITA. Bentrokan dipicu mahasiswa yang berdemonstrasi menolak kenaikan harga BBM memblokade jalan AP Pettarani yang merupakan jalan utama di Kota Makassar.

Menurut kabar yang beredar, mahasiswa dan warga saling serang memakai batu, kayu, panah hingga bom molotov. Beberapa mahasiswa dan warga terluka hingga dua orang warga terkena peluru senapan angin.

Bentrokan mereda setelah pasukan Brimob memukul mundur ratusan mahasiswa hingga ke Jalan Raya Pendiddikan dan ke dalam kampus pukul 22.30 WITA.

 

  1. Nusa Tenggara Barat

Mahasiswa di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar demo menolak kenaikan harga BBM pada Senin (5/9/2022) .Aksi demo para mahasiswa tersebut dilakukan di Gedung DPRD Kabupaten Bima.

Menjelang siang, massa mahasiswa mencoba masuk paksa ke dalam Gedung DPRD dengan diwarnai aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat keamanan.

 

  1. Jawa Timur

Ratusan mahasiswa melakukan aksi demo menolak kenaikan BBM di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jombang, Jawa Timur pada Selasa (6/9/2022). Aksi demonstrasi ini diikuti dengan kericuhan hingga satu mahasiswa harus diamankan petugas.

Kericuhan muncul akibat mahasiswa tidak puas terhadap anggota DPRD Jombang yang tak kunjung menemui demonstran. Massa kemudian bermaksud masuk ke dalam kawasan Gedung DPRD Jombang saat petugas keamanan yang berjaga mengadang mereka.

 

  1. Sumatera Barat

Sedikitnya ada seratusan massa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Padang yang melakukan unjuk rasa di kantor DPRD Provinsi Sumatera Barat pada Senin (5/9/2022). Aksi demo ini menuntut pengusutan mafia migas dan menentang kenaikan BBM.

Ketua HMI Cabang Padang, Nabusfanando mengatakan, pihaknya menolak kenaikan harga BBM yang jelas memberatkan masyarakat.

“Yang utama kita menolak kenaikan BBM. Kami menilai kenaikan harga BBM itu akan menimbulkan multy effect, setelah kenaikan harga BBM tentunya disusul kenaikan harga kebutuhan pokok,” beber dia.

Ia menilai kenaikan ini terlalu mendaddak, padahal saat ini ekonomi masyarakat baru berangsur pulih pasca pandemi Covid-19.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular