Selasa, Juni 18, 2024
BerandaTANGERANG RAYAKOTA TANGERANGKota Tangerang Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka 100 Persen

Kota Tangerang Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka 100 Persen

TANGERANG –Pemerintah Kota Tangerang telah berlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan kapasitas 100 persen pada Senin (4/4/2022). PTM 100 persen ini berlaku mulai tingkat PAUD-SMP yang ada di Kota Tangerang.

“Berdasarkan hasil evaluasi bersama dengan satgas Covid-19 tingkat kota, Dinas Kesehatan dan stakeholder terkait, maka PTM dengan kapasitas 100 persen dapat digelar kembali mulai hari ini. PTM dapat aktif berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Jamaluddin.

Meski sudah menerapkan PTM 100 persen, tetapi peserta didik yang belum menjalani vaksinasi Covid-19 diharapkan tidak dahulu masuk ke sekolah. Pasalnya, peserta didik nantinya akan rentan terpapar Covid-19.

“Syarat bagi anak-anak untuk mengikuti PTM adalah, anak-anak sudah menjalani vaksinasi Covid-19 tahap pertama dan kedua, diizinkan oleh orangtua. Kalau misalnya ada siswa yang belum vaksin kedua atau belum diizinkan orangtuanya untuk PTM, siswa itu nantinya akan mengikuti PJJ. Jadi, nanti mereka dikasih tugas sama gurunya sebagai pengganti pelajaran,” katanya.

Terkait teknis pelaksanaan PTM 100 persen, pihaknya menyerahkan semua aturan kepada sekolah. Berdasarkan ketentuan dari Dindik Kota Tangerang, jam belajar dalam pelaksanaan PTM 100 persen ini maksimal empat jam dengan menyesuaikan situasi kelas dan siswa.

“Sekolah wajib memiliki tim pengawas untuk melakukan pemantauan aturan PTM dengan meminimalisasi kelalaian atau ketidakpatuhan warga sekolah terhadap disiplin prokes. Di mana kita telah berkoordinasi dengan satpol PP hingga satgas Covid-19 tingkat kecamatan dan kelurahan dalam mengantisipasi kerumunan di luar sekolah pada saat siswa pulang sekolah,” ujarnya.

Jamal juga menerangkan apabila memang ada warga sekolah yang terpapar Covid-19 dan positivity rate-nya di atas 5 persen, maka sekolah tersebut harus ditutup sementara. Tujuannya untuk menghindari penyebaran Covid-19 yang lebih masif.

“Kita ke depannya pasti akan melakukan skrining secara acak kepada warga sekolah yang mengikuti PTM tersebut. Di mana kita terus berkoordinasi dengan Dinkes Kota Tangerang untuk melakukan surveilans aktif kepada warga sekolah dan yang pasti kita akan tetap mengutamakan kesehatan terlebih dahulu agar pendidikan bisa kembali berjalan normal,” katanya. (red)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular