Minggu, Juli 21, 2024
BerandaNASIONALKasus Bullying di SMA Internasional, Ponpes Kediri dan Batam Jadi Trending dalam...

Kasus Bullying di SMA Internasional, Ponpes Kediri dan Batam Jadi Trending dalam Sepekan

Jakarta – Masyarakat tengah dihebohkan dengan kasus bullying atau perundungan akhir-akhir ini. Ada kasus bully di SMA Internasional di Tangerang Selatan (Tangsel), Pondok Pesantren (Ponpes) Kediri, hingga di Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Mirisnya, korban bullying adalah mereka yang masih di bawah umur. Berikut rangkuman terkait tiga kasus bullying tersebut.

1. Kasus Bullying di SMA Internasional Tangsel

Aksi bullying terjadi pada salah satu pelajar di SMA Internasional di Tangerang Selatan (Tangsel). Kasus ini melibatkan anak artis Vincent Rompies. Vincent sendiri sempat ikut mendampingi anaknya menjalani pemeriksaan di Polres Tangsel.

Usai penyelidikan oleh pihak kepolisian, sebanyak 12 orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembullyan ini. Adapun 8 di antaranya merupakan anak berkonflik dengan hukum (ABH).

Kapolres Tangsel AKBP Ibnu Bagus Santoso mengatakan pihaknya saat ini tengah mengebut pemberkasan kasus bullying siswa SMA Internasional, mengingat 8 di antaranya melibatkan anak di bawah umur.

“Ya secepatnya (pemberkasan). Kan kalau kasus anak ini harus cepat. Tadi sudah ada KPAI, kemudian KemenPPPA. Insyaallah semuanya kita berproses,” ujar Kapolres Tangsel AKBP Ibnu Bagus Santoso di kantornya, Jumat (1/3).

Ibnu mengatakan penegakan hukum masih berjalan. Proses ke depannya akan disampaikan lebih lanjut.

“Sudah penanganan hukum, sudah kita jalani, tadi sudah penetapan, anak berkonflik dengan hukum, juga yang dijadikan tersangka,” kata dia.

Tersangka Terancam 7 Tahun Penjara

Sebanyak 12 orang, termasuk 8 ABH ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus bullying di SMA Internasional di Tangsel. Mereka terancam 7 tahun penjara karena melakukan aksi pengeroyokan secara bersama-sama.

“Pasal 170 ayat (1) KUHP berbunyi: Barang siapa yang dimuka umum bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun,” jelas Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Alvino Cahyadi.

2. Kasus Bullying di Ponpes Kediri

Kasus pembullyan hingga korban meninggal terjadi di Ponpes Al Hanifiyah, Kediri, Jawa Timur. Santri bernama Bintang Balqis Maulana (14), warga Afdeling Kampunganyar, Desa Karangharjo, Kec Glenmore, Banyuwangi, tewas dianiaya empat seniornya.

4 Pelaku Jadi Tersangka

Keempat pelaku yang merupakan senior atau kakak kelas korban di ponpes yang sama, ditetapkan sebagai tersangka. Berikut inisial mereka.

MN (18) asal Sidoarjo,
MA (18) asal Nganjuk,
AF (16) asal Denpasar dan
AK (17) asal Kota Surabaya.

“Minggu malam kami telah mengamankan 4 orang dan kita tetapkan sebagai tersangka dan kita lakukan penahanan untuk proses penyidikan lebih lanjut,” kata Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji kepada wartawan, Senin (26/2/2024).

3. Pembullyan Remaja Perempuan di Batam

Sebuah video viral memperlihatkan aksi bully terhadap dua orang remaja perempuan di Kecamatan Lubuk Baja, Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Aksi bullying terhadap dua remaja perempuan itu terekam di dua video berbeda.

Pada video pertama, seorang remaja perempuan menggunakan celana kuning baju hitam terlihat ditendang oleh beberapa orang remaja perempuan. Tendangan seorang pelaku bullying tepat mengenai muka korban dan korban langsung menjerit kesakitan.

“Nggak usah nangis. Ko ni jangan teriak lah lagi,” ujar seorang pelaku yang menendang korban.

Pada video lain, remaja perempuan yang mengenakan baju putih celana hitam terlihat ditampar dan ditendang. Pada rekaman itu juga terlihat korban sempat dijambak oleh para pelaku.

“Woy ko Airin aku tak ikut campur ya,” kata korban yang ditendang hingga tersungkur.

Kemudian, tampak pelaku lainnya bergaya dan berjoget di dalam rekaman video tersebut. Aksi saling maki dengan kata-kata kasar juga terdengar dari mulut korban dan pelaku.

“Sudah biarkan aja mereka duel, duel,” ujar salah satu perempuan dalam video viral itu.

4 Pelaku Pembullyan Ditangkap, Jadi Tersangka

Polisi menangkap empat pelaku bullying ke remaja perempuan berinisial SC di Batam, Kepulauan Riau. Keempat pelaku yang berinisial RS, LS AR dan SR, menjalani pemeriksaan.

“Sudah diamankan semuanya,” kata Kanit Reskrim Lubuk Baja, Ipda Jonathan Reinhart Pakpahan, Jumat (1/3/2024).

Setelah menjalani proses pemeriksaan, polisi kemudian menetapkan mereka sebagai tersangka.

“Keempat orang pelaku telah ditetapkan tersangka tindak pidana kekerasan terhadap anak di bawah umur dan atau pengeroyokan,” Kata Kapolresta Barelang, Kombes Nugroho Tri Nuryanto, Sabtu (2/3/2024).

Keempat pelaku yang menjadi tersangka adalah NU (18), RR (14), MA (15) dan AK (14). Tiga di antaranya masih di bawah umur.

“Jadi dari 4 pelaku yang ditetapkan tersangka tiga di antaranya masih di bawah umur. Sehingga pada konferensi pers kali ini hanya satu pelaku yang dihadirkan yakni inisial NU,” ujarnya. (red)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular