JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Jumat (4/9/2026) di zona hijau. Penguatan pasar saham domestik melanjutkan momentum positif perdagangan sebelumnya, ketika IHSG ditutup naik 1,09 persen ke level 6.667,89.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG menguat 27,80 poin atau 0,42 persen ke level 6.695,695. Hingga sekitar pukul 09.20 WIB, indeks masih bertahan di zona positif pada level 6.686,464, dengan posisi tertinggi sementara 6.704 dan terendah 6.680. Sebanyak 330 saham menguat, 206 saham melemah dan 189 saham bergerak stagnan.
Aktivitas transaksi juga mulai ramai. Hingga waktu tersebut, nilai transaksi tercatat sekitar Rp2,35 triliun dengan volume perdagangan mencapai 5,96 miliar saham. Kapitalisasi pasar berada di kisaran Rp11.697,87 triliun.
Penguatan IHSG tidak terlepas dari derasnya aliran dana asing pada perdagangan Kamis (3/9/2026). Investor asing mencatat net buy sekitar Rp1,07 triliun di seluruh pasar. Saham Bank Mandiri (BMRI) menjadi sasaran pembelian terbesar dengan nilai sekitar Rp471,4 miliar, disusul BBCA sekitar Rp207,1 miliar, CPIN Rp131,9 miliar dan ANTM sekitar Rp109 miliar.
Dari sisi teknikal, penguatan IHSG juga mendapat perhatian karena indeks berhasil menembus area resistance 6.650. BRI Danareksa Sekuritas menilai momentum bullish masih terjaga dan IHSG berpeluang melanjutkan penguatan apabila mampu bertahan di atas level tersebut.
Namun, kondisi berbeda terlihat pada sejumlah saham yang tengah menjadi perhatian investor. BUMI dan BULL, misalnya, justru tercatat masuk jajaran saham dengan distribusi asing terbesar pada perdagangan Kamis. BULL mengalami net foreign sell sekitar Rp97,3 miliar, sementara BUMI mencatat net sell sekitar Rp88 miliar.
Kondisi tersebut menjadi catatan penting bagi investor ritel. Penguatan IHSG tidak otomatis berarti seluruh saham akan bergerak naik. Pergerakan dana asing menunjukkan bahwa investor mulai melakukan seleksi, terutama setelah indeks mengalami kenaikan cukup signifikan dalam beberapa sesi terakhir.
Sebelumnya, BUMI dan CUAN juga sempat menjadi perhatian karena keduanya mencatat aliran dana asing yang cukup besar pada awal September. Pada perdagangan 1 September, BUMI mencatat net foreign buy sekitar Rp172,3 miliar, sedangkan CUAN mencapai sekitar Rp132,2 miliar.
Untuk perdagangan Jumat, analis juga mengingatkan adanya potensi aksi profit taking setelah IHSG mendekati area resistance. Salah satu proyeksi menyebutkan IHSG memiliki rentang support sekitar 6.550–6.665, sehingga investor disarankan tidak terburu-buru mengejar saham yang sudah mengalami kenaikan tajam.
Dengan demikian, perdagangan akhir pekan ini masih menarik untuk dicermati. Jika IHSG mampu bertahan di atas 6.650, peluang melanjutkan tren penguatan tetap terbuka. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan level tersebut dapat memicu aksi ambil untung.
Bagi investor, termasuk yang sedang belajar membangun portofolio secara bertahap, kondisi pasar seperti ini menjadi pengingat bahwa keputusan membeli saham sebaiknya tidak hanya melihat warna IHSG. Fundamental perusahaan, harga beli, volume transaksi, aliran dana asing serta level support dan resistance tetap perlu diperhatikan sebelum mengambil keputusan. (red)



