BerandaBusinessIHSG Terbang 1,09%, Tembus 6.667 di Penutupan

IHSG Terbang 1,09%, Tembus 6.667 di Penutupan

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia menutup perdagangan Kamis (3/9/2026) dengan kabar cukup menggembirakan. IHSG finis di level 6.667,89, naik 72,11 poin atau 1,09% dibanding penutupan sebelumnya di 6.595,78.

Pergerakannya juga cukup sehat. IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.681 dan terendah 6.614. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp18,55 triliun dengan volume 40,70 miliar saham dan frekuensi 2,49 juta transaksi. Sebanyak 402 saham menguat, sementara 213 saham melemah dan 180 saham stagnan.

Yang menarik, hampir seluruh sektor utama ikut mengangkat indeks. Sektor transportasi dan logistik menjadi pemimpin dengan kenaikan 2,45%, disusul industri 1,89%, barang konsumen primer 1,62%, barang baku 1,47%, properti 1,40%, dan energi 1,36%. Hanya sektor teknologi yang mengalami tekanan cukup dalam, yakni minus 1,62%.

Asing Mulai Masuk Lagi

Salah satu sinyal yang layak diperhatikan adalah arus dana asing. Pada sesi pertama, investor asing tercatat melakukan net buy sekitar Rp554,5 miliar. BMRI menjadi salah satu saham yang paling banyak diburu asing dengan nilai sekitar Rp271,4 miliar, disusul CPIN, TPIA, ADRO dan ERAA.

Di tengah penguatan tersebut, tetap terjadi rotasi. BBCA dan BBRI justru tercatat mengalami net foreign sell pada perdagangan sesi pertama. Artinya, penguatan IHSG hari ini tidak semata-mata ditopang perbankan besar, tetapi juga menyebar ke sejumlah sektor lain.

Delapan Saham Pantauan

Untuk daftar saham yang bisa dipantau, BMRI terlihat paling menarik dari sisi aliran asing pada sesi pertama. Harganya berada di sekitar Rp4.420 saat pertengahan perdagangan dan menjadi saham dengan net foreign buy terbesar di antara daftar tersebut.

BBNI juga menguat dan sempat berada di Rp3.990. ASII berada di sekitar Rp4.960, sedangkan ANTM Rp3.100 pada sesi pertama. BUMI juga bergerak naik sekitar 2,91% ke Rp212. Data intraday menunjukkan BMRI, BBNI, ASII dan ANTM mendapat perhatian beli asing, sementara BBCA, BBRI dan BUMI juga mengalami distribusi asing pada sesi tersebut.

Untuk BBCA dan BBNI, tim analis Bareksa sebelumnya masih melihat ruang kenaikan. BBCA disebut memiliki area beli Rp6.400–Rp6.600 dengan target Rp7.025–Rp7.225, sedangkan BBNI berada pada area beli Rp3.740–Rp3.860 dengan target Rp4.100–Rp4.220. Ini merupakan rekomendasi analis untuk strategi speculative buy, bukan jaminan kenaikan harga.

Kata Analis: IHSG Masih Punya Ruang

Sebelum perdagangan hari ini, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju 6.635–6.666. Level tersebut akhirnya ditembus dalam perdagangan hari ini. Herditya menempatkan support IHSG di 6.476 dan 6.373, sementara resistance berikutnya berada di sekitar 6.705.

Menariknya, proyeksi tersebut terbukti cukup dekat dengan pergerakan pasar. IHSG hari ini bahkan ditutup di 6.667,89, sedikit di atas target atas 6.666 yang sebelumnya diperkirakan MNC Sekuritas. (red)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru