KOTA TANGERANG – Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kota Tangerang tahun ini dikemas lebih semarak. Festival Maulid Nusantara 7 yang diinisiasi GP Ansor Kota Tangerang tak hanya menghadirkan syiar keagamaan, tetapi juga membuka panggung bagi santri, guru, anggota majelis taklim hingga masyarakat untuk mempertunjukkan kemampuan dan kreativitas mereka.
Ketua Pelaksana Festival Maulid Nusantara 7, Maftukhul Mujib, mengatakan inovasi tersebut menjadi pembeda dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Sejumlah perlombaan Islami dengan total hadiah puluhan juta rupiah disiapkan untuk menghidupkan kembali tradisi khas pesantren sekaligus memberi ruang bagi generasi muda untuk berprestasi.
“Lomba-lomba ini menjadi ciri khas Festival Maulid Nusantara karena mengangkat tradisi budaya pesantren, mulai pembacaan Nadzhom Aqidatul Awam hingga bahtsul masa’il yang jarang ditemui,” ujar Mujib, Rabu (19/8/2026).
Empat perlombaan akan digelar bergantian di Taman Elektrik Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, yakni Selawat Kasidah Burdah pada 22 Agustus, Bahtsul Masa’il 23 Agustus, Nadzhom Aqidatul Awam 24 Agustus, dan lomba masak kuliner khas Nusantara pada 25 Agustus 2026. Antusiasme peserta disebut sudah terlihat sejak pendaftaran dibuka.
Festival ini juga mendapat dukungan Pemkot Tangerang. Wali Kota Sachrudin menilai kegiatan berbasis keagamaan dan budaya seperti Festival Maulid Nusantara dapat menjadi sarana memperkuat karakter generasi muda sekaligus menjaga tradisi lokal. “Kegiatan keagamaan bukan hanya menjadi sarana meningkatkan keimanan, tetapi juga ruang untuk memperkuat kebersamaan, kreativitas dan kecintaan terhadap budaya,” kata Sachrudin.
Dukungan tersebut sejalan dengan capaian pembinaan generasi Qurani di Kota Tangerang. Pada MTQ XXIII Provinsi Banten 2026, kafilah Kota Tangerang berhasil meraih Juara 2, naik dari posisi sebelumnya. Sachrudin menyebut capaian itu sebagai bukti bahwa pembinaan yang konsisten mampu melahirkan putra-putri daerah yang berprestasi di bidang keagamaan.
Selain kompetisi, Festival Maulid Nusantara 7 akan menghadirkan rangkaian kegiatan yang terbuka bagi masyarakat, mulai zikir dan doa kebangsaan bersama Wali Kota Tangerang, Tangerang Berselawat bersama Gus Azmi, pawai obor, Maulid Akbar, panggung rakyat hingga Kirab Budaya Nusantara. Agenda ini sekaligus melanjutkan tradisi festival keislaman Kota Tangerang yang selama ini mendapat antusiasme masyarakat. Festival Maulid Nusantara 2026 juga dirancang berkolaborasi dengan Silaturahmi Nasional GP Ansor dan melibatkan ribuan santri serta pondok pesantren.
Mujib mengajak masyarakat datang langsung dan menyaksikan kemampuan para peserta. “Mari kita ramaikan Bulan Maulid dengan melihat langsung bakat-bakat terbaik, khususnya dari para santri di Kota Tangerang,” katanya.
Bagi Pemkot Tangerang, geliat festival keagamaan tersebut bukan hanya tentang kemeriahan agenda tahunan. Kota Tangerang ingin menunjukkan bahwa modernitas dan tradisi dapat berjalan berdampingan, dengan ruang publik menjadi tempat bertemunya dakwah, budaya, pendidikan, kreativitas dan kebersamaan warga. (red)



