TANGERANG — Inovasi digital yang dikembangkan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang mulai mendapat perhatian di tingkat nasional. Aplikasi SIDONI yang dirancang untuk mengintegrasikan pelayanan darah dinilai memiliki potensi untuk diterapkan lebih luas di berbagai daerah di Indonesia.
Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, saat menerima audiensi jajaran PMI Kabupaten Tangerang pada Kamis (1/10/2026). Dalam pertemuan itu, PMI memaparkan kemampuan SIDONI dalam menghubungkan berbagai tahapan pelayanan darah melalui satu sistem digital.
Arif Satria menilai, SIDONI merupakan hasil inovasi anak bangsa yang memiliki konsep menyeluruh. Aplikasi ini memungkinkan proses pelayanan darah ditelusuri sejak seseorang mendonorkan darah hingga darah tersebut diterima dan dimanfaatkan oleh pasien di rumah sakit.
Menurut Arif, sistem yang terintegrasi tersebut membuka peluang bagi SIDONI untuk dikembangkan dan dimanfaatkan dalam skala nasional. Dengan demikian, inovasi ini berpotensi mendukung tata kelola pelayanan darah yang lebih terstruktur dan mudah dipantau.
Kepala Unit Pengelola Darah (UPD) PMI Kabupaten Tangerang, dr. Zainal Muttaqin, menyambut positif apresiasi yang diberikan BRIN. Ia menyebut pengakuan tersebut menjadi motivasi bagi PMI untuk terus menyempurnakan SIDONI agar manfaatnya semakin dirasakan oleh pendonor, pasien, maupun unit pengelola darah.
Zainal menjelaskan, SIDONI tidak sekadar menjadi sarana digitalisasi administrasi, tetapi juga dirancang sebagai sistem yang menghubungkan seluruh rangkaian pelayanan darah. Mulai dari proses pendonoran, pengelolaan, hingga distribusi dan pemanfaatannya oleh pasien di fasilitas kesehatan, seluruhnya diharapkan dapat ditelusuri secara terintegrasi.
Upaya memperluas pemanfaatan SIDONI juga tengah disiapkan melalui keikutsertaan PMI Kabupaten Tangerang dalam Indonesia Innovation Summit and Expo (IISE), yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026 di ICE BSD. Ajang tersebut diharapkan menjadi kesempatan untuk memperkenalkan inovasi ini kepada khalayak yang lebih luas sekaligus menjajaki peluang kerja sama dengan berbagai pihak.
Sekretaris Umum PMI Kabupaten Tangerang, Wahyu Suryana, mengatakan apresiasi dari BRIN menjadi pemicu bagi organisasinya untuk terus menghadirkan pembaruan dalam pelayanan kemanusiaan. Ia berharap pengembangan SIDONI dapat memberikan kontribusi lebih besar, tidak hanya bagi masyarakat Kabupaten Tangerang, tetapi juga bagi masyarakat Indonesia secara keseluruhan.
Wahyu menambahkan, penerapan teknologi digital menjadi salah satu langkah untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan yang cepat, mudah diakses, terintegrasi, dan akuntabel. Melalui pengembangan SIDONI, PMI Kabupaten Tangerang berupaya memperkuat kualitas pelayanan darah sekaligus membuka peluang bagi inovasi daerah untuk memberikan manfaat secara lebih luas.
Apresiasi BRIN terhadap SIDONI menjadi salah satu langkah awal untuk mendorong pengembangan inovasi tersebut. Ke depan, perluasan penerapan dan kolaborasi lintas lembaga diharapkan dapat memperkuat sistem pelayanan darah yang transparan, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. (red)



