Kamis, Juli 25, 2024
BerandaTANGERANG RAYAKOTA TANGERANG SELATANBenyamin Paparkan Upaya Pemkot Tangsel dalam Penanganan Banjir

Benyamin Paparkan Upaya Pemkot Tangsel dalam Penanganan Banjir

TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangerang Selatan terus melakukan pengoptimalan dalam penanganan bencana banjir. Termasuk soal respon times dan teknis penanganan.

Benyamin menjelaskan mulai dari pelaporan masyarakat ke BPBD melalui call center 112 atau informasi secara langsung, dalam waktu 15 menit, satgas BPBD langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Dengan melakukan inventarisir data yang terkena dampak banjir, sekaligus melakukan kegiatan pencarian dan pertolongan (SAR) dan kemudian melaporkan kepada Tim Reaksi Cepat (TRC).

“Dari hasil kajian TRC, kemudian dilaporkan kepada Wali Kota Tangerang Selatan soal lokasi yang terdampak, jumlah korban hingga kerusakan dan kerugian yang diakibatkan bencana banjir. Dan atas rekomendasi TRC kemudian penetapan status bencana,” ujar Benyamin, Rabu (19/10/2022)

Setelah mendapatkan rekomendasi keadaan darurat bencana. Wali Kota akan menetapkannya melalui Kepwal dengan jangka waktu 7 sampai 14 hari atau dapat diperpanjang sesuai dengan hasil kajian dan perkembangan situasi di lapangan.

“Dan Jika terjadi keadaan darurat bencana, Pemkot akan membentuk Sistem Komando Tanggap Darurat Bencana. Dan tim ini akan melakukan penyelenggaraan penanggulangan bencana,” jelasnya

“Mulai dari penyelamatan dan evakuasi masyarakat, pemenuhan kebutuhan sandang, pangan, pelayanan kesehatan dan Psikososial. Hingga pemulihan fungsi prasarana dan sarana dengan memperbaiki dan/atau mengganti akibat kerusakan bencana,” tambah Benyamin.

Lebih jelas dikatakan, melalui Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Konstruksi juga terus melakukan pengerukan di berbagai sungai yang melintasi Tangerang Selatan.

Mulai dari pengerukan Sungai Kedaung BPI dengan panjang pengerukan 328 meter persegi, dilanjutkan pengerukan Sungai dan kolam tampung Jaletreng River Park dengan luas area pengerukan 11.830 meter persegi.

Tak hanya itu, Sungai Ciater Serpong Park juga dilakukan pengerukan dengan panjang 850 meter. Pengerukan juga dilakukan di spot 2 dan spot 3 di Sungai Cantiga.

Pengerukan juga dilakukan di Sungai Cibenda Parigi dengan panjang pengerukan 177 meter. Bahkan pengerukan dilakukan di saluran inlet Angke Jelupang, dan inlet Pesanggrahan.

“Kami juga terus melakukan pengerukan di Sungai Cibenda dan Kolam Tampung Pamulang Asri, di spot 1, volume galian hingga 2.700 meter kubik. Lalu di spot 2 nya, volume galian 3.269 meter kubik dan di spot 3 dengan volume galian hingga 3.425 meter kubik,” jelasnya.

Sedangkan untuk Sungai Kedaung Pamulang Estate, volume galian 396 meter kubik. Dan Sungai Kedaung Jl Pinus-Pamulang Timur dengan volume galian 552 meter kubik.

Tidak hanya pengerukan Sungai, Benyamin juga menjelaskan secara detail 15 titik fokus pembangunan tandon dan turap atau tanggul untuk penanganan banjir. Dengan rincian tandon ada 3 titik di Kampung Bulak, Griya Asri, dan Puri Bintaro Hijau 2. Dan 12 pembangunan turap dan tanggul.

Mulai dari pembangunan Kali Ciater segmen Ciater hilir, pembangunan prasarana Kali Baru – Sekunder Parigi, lalu pembangunan TPT Kali Serua segmen Kacang Prima.

Belum lagi, pembangunan turap Kali Cibenda – Jombang, turap Kali Ciputat – Ciputat Baru, turap Kali Perumahan Puri Bintaro Indah – Jombang Ciputat, turap Kali Serua Hilir.

Tidak hanya itu, penataan Kali Engram Gintung segmen Griya Mandiri, lalu pembangunan saluran drainase kota Jalan Merpati Raya – Jalan Ki Hajar Dewantara – Jalan Menjangan (Kompas) – Jalan Cendrawasih Raya – Jalan Tegal Rotan sampai menuju saluran pembuang.

“Dan dua lagi kita melakukan pembangunan saluran drainase kota Jalan Pondok Betung Raya, dan saluran drainase lingkungan Komplek Pondok Kacang Prima Kecamatan Pondok Aren,” jelasnya.

Untuk itu, kata Benyamin melalui BPBD anggaran program penanggulangan bencana tahun anggaran 2022 sebesar 6,7 Miliar, agar penanganan menjadi lebih optimal.

Lebih lanjut, Benyamin menambahkan bahwa mitigasi bencana juga disiapkan. Dengan melakukan pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana, Komunitas Siaga Bencana, dan penyelenggaraan pendidikan, penyuluhan dan pelatihan.

Terakhir, Benyamin menekankan kolaborasi dan kerja sama dalam hal penanganan banjir. Dimana, koordinasi, kolaborasi dan sinergi antar stake holders harus terus ditingkatkan. Dan dari sisi masyarakat harus memahami budaya sadar bencana, sehingga memudahkan dalam proses mitigasi maupun penanganan. (Adv)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular