BerandaBusinessIHSG Jebol 6.300, Bursa Makin Panas!

IHSG Jebol 6.300, Bursa Makin Panas!

JAKARTA – Bursa saham Indonesia kembali mendapat tekanan berat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (22/9/2026) akhirnya ditutup di bawah level psikologis 6.300.

IHSG berakhir di posisi 6.277,04, turun 107,69 poin atau 1,69 persen dari perdagangan sebelumnya. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak dalam rentang 6.258 hingga 6.423. Tekanan jual terjadi di mayoritas saham dengan 533 saham berakhir di zona merah.

Pelemahan kali ini cukup luas. Sektor energi dan industri menjadi kelompok yang mengalami tekanan paling besar, sementara sektor siklikal menjadi satu-satunya sektor yang tercatat menguat pada perdagangan hari ini.

Saham-saham berkapitalisasi besar, termasuk perbankan, ikut menjadi pemberat IHSG. Pada sesi pertama, BBRI, BBNI dan BMRI sama-sama berada di zona merah, menunjukkan tekanan tidak hanya terjadi pada saham lapis kedua tetapi juga merambah saham big caps.

Tekanan pasar juga datang dari nilai tukar rupiah. Rupiah pada penutupan perdagangan tercatat melemah ke sekitar Rp17.884 per dolar AS. Kondisi ini menjadi salah satu perhatian investor karena dapat memengaruhi persepsi terhadap stabilitas pasar keuangan dan arus modal.

Pengamat pasar modal Elandry Pratama menilai pelemahan IHSG dipengaruhi kombinasi sentimen risk-off, tekanan rupiah, aksi jual pada saham big caps, serta sikap investor yang cenderung menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia.

“Investor juga sedang menunggu hasil RDG Bank Indonesia 22–23 September, sehingga sebagian pelaku pasar cenderung melakukan wait and see,” ujar Elandry.

Rapat Bank Indonesia menjadi perhatian penting karena keputusan mengenai kebijakan suku bunga akan menjadi salah satu sentimen domestik yang dicermati pasar. Selain itu, investor masih menghadapi sentimen global seperti pergerakan harga minyak, kondisi geopolitik dan arah pasar keuangan kawasan.

Bagi investor ritel, penurunan IHSG ke bawah 6.300 membuat perdagangan perlu dicermati lebih hati-hati. Pergerakan saham individual bisa berbeda dari arah indeks, sehingga tekanan IHSG tidak otomatis berarti seluruh saham memiliki kondisi fundamental yang sama.

Untuk perdagangan berikutnya, perhatian pasar akan tertuju pada respons investor terhadap hasil RDG Bank Indonesia, pergerakan rupiah serta kemampuan IHSG bertahan setelah penutupan di 6.277,04. (red)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru