TANGSEL – Pendidikan kesetaraan kini didorong agar tidak hanya menjadi kesempatan memperoleh ijazah, tetapi juga membuka jalan bagi masyarakat untuk memiliki kemandirian ekonomi. Salah satu upaya tersebut dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan melalui pelatihan kewirausahaan bagi peserta didik dan tutor Paket C.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 5–6 November 2026, di All Nite n Day Hotel, Kota Tangerang Selatan, ini diikuti 143 peserta dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) se-Kota Tangsel.
Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Non Formal (PPNF) Dindikbud Kota Tangsel, Rizkia Fitria, dalam keterangan resminya menjelaskan bahwa pelatihan tersebut bertujuan menumbuhkan pola pikir wirausaha sekaligus membantu peserta mengenali potensi yang bisa dikembangkan menjadi peluang bisnis.
Menurutnya, peserta didik Paket C perlu memiliki bekal yang lebih luas dari sekadar pengetahuan akademis. Kemampuan membaca peluang, mengembangkan ide kreatif, dan membangun usaha menjadi keterampilan yang dapat membantu mereka lebih mandiri serta memiliki daya saing.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin peserta didik Paket C memiliki pola pikir wirausaha, mampu melihat peluang, serta berani mengembangkan ide kreatif menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi. Keterampilan seperti ini penting agar mereka bisa lebih mandiri dan memiliki daya saing,” ujar Rizkia, Jumat (6/11/2026).
Untuk memberikan pemahaman yang lebih aplikatif, materi pelatihan turut disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha saat ini, termasuk pemanfaatan teknologi digital. Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi “Entrepreneurial Mindset & Peluang Wirausaha” yang disampaikan Gatot Hendra Prakoso selaku Binus Business Incubator Coach. Selanjutnya, Darrel Alfiyan membawakan materi “Creative Finding The Opportunity”, kemudian Nungki Sri Handayani memberikan pembekalan mengenai “Digital Content & Personal Branding”.
Di hari kedua peserta akan mendapatkan materi “Pelatihan dan Pengembangan Kapasitas Kewirausahaan Bagi Warga Belajar PKBM” yang disampaikan oleh Dr. Djaka Badranaya, Lalu Faisal Hasan Basri, S.IP akan memberikan materi “Dari Nol jadi pengusaha ! Ubah Mindset, Temukan Peluang Mulai Usaha dari Apa yang Kita Punya”.
Melalui rangkaian materi tersebut, peserta diajak memahami cara membangun pola pikir bisnis, menemukan ide usaha dari lingkungan sekitar, hingga memanfaatkan konten digital untuk memperkenalkan produk dan membentuk identitas usaha. Dengan begitu, keterampilan yang diperoleh tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dapat menjadi bekal untuk memulai maupun mengembangkan bisnis.
Rizkia berharap ilmu yang diberikan selama pelatihan dapat diterapkan oleh peserta dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menekankan pentingnya peran tutor untuk meneruskan pengetahuan kewirausahaan kepada peserta didik lainnya di lingkungan PKBM maupun SKB.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada penyampaian materi saja. Peserta bisa membawa pulang pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan. Tutor juga memiliki peran untuk ikut menumbuhkan semangat kewirausahaan di lingkungan PKBM maupun SKB,” pungkasnya.
Melalui program ini, Dindikbud Tangsel ingin pendidikan kesetaraan semakin dekat dengan kebutuhan nyata masyarakat. Lulusan Paket C diharapkan memiliki lebih banyak pilihan untuk melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, maupun membangun usaha sendiri dengan memanfaatkan peluang yang tersedia. (red)



