JAKARTA – Bursa saham Indonesia menutup perdagangan Kamis (5/11/2026) dengan catatan positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 110,49 poin atau 2,25 persen ke level 5.030,26, sekaligus kembali melewati batas psikologis 5.000.
Penguatan ini menjadi angin segar bagi pasar modal domestik setelah IHSG sempat mengalami tekanan pada perdagangan sebelumnya. Sejak pembukaan, indeks bergerak di zona positif dan sempat menyentuh level tertinggi harian 5.072,05 sebelum akhirnya terkoreksi tipis menjelang penutupan.
Berdasarkan data perdagangan, IHSG dibuka pada posisi 4.998,34 dengan level terendah harian 4.995,46. Meski sempat kehilangan sebagian penguatan menjelang akhir sesi, indeks tetap mampu mempertahankan posisinya di atas 5.000.
Aktivitas perdagangan juga menunjukkan pergerakan yang cukup ramai. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp9,06 triliun dengan volume perdagangan mencapai 212,92 juta lot.
Dari sisi sektoral, sejumlah sektor mencatatkan penguatan dan ikut menopang pergerakan indeks. Namun, penguatan IHSG tidak berarti seluruh sektor maupun saham bergerak positif. Beberapa saham justru masih mengalami tekanan jual.
Kembalinya IHSG ke atas level 5.000 menjadi perhatian pelaku pasar. Capaian tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan investor sekaligus membuka peluang pemulihan pasar saham domestik pada perdagangan berikutnya.
Meski demikian, investor tetap perlu mencermati perkembangan ekonomi global, pergerakan harga komoditas, serta sentimen pasar internasional yang dapat memengaruhi arah perdagangan saham Indonesia. (red)



