KOTA TANGERANG – Festival Cisadane 2026 bukan hanya menghadirkan kemeriahan budaya, hiburan, dan kuliner di bantaran Sungai Cisadane. Di tengah ribuan pengunjung yang memadati kawasan festival, Pemerintah Kota Tangerang juga menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat dengan masyarakat melalui program Dukcapil Nyaba. Inovasi ini memungkinkan warga mengurus berbagai dokumen administrasi kependudukan tanpa harus datang ke kantor pelayanan, cukup dengan mengunjungi stan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) yang tersedia selama festival berlangsung.
Selama penyelenggaraan Festival Cisadane pada 22–26 Juli 2026, stan Disdukcapil menjadi salah satu layanan publik yang banyak dikunjungi masyarakat. Beragam pelayanan administrasi kependudukan disediakan secara gratis, mulai dari aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), perekaman KTP elektronik, pencetakan Kartu Identitas Anak (KIA), pembaruan Kartu Keluarga (KK), hingga konsultasi berbagai layanan pencatatan sipil.
Kepala Disdukcapil Kota Tangerang Rizal Ridolloh mengatakan, kehadiran layanan Dukcapil Nyaba di Festival Cisadane merupakan bagian dari strategi jemput bola untuk mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat. Menurutnya, pelayanan publik harus mampu mengikuti aktivitas warga sehingga akses terhadap dokumen kependudukan menjadi semakin mudah, cepat, dan efisien.
“Festival Cisadane menghadirkan ribuan masyarakat setiap harinya. Momentum ini kami manfaatkan untuk mendekatkan layanan administrasi kependudukan. Jadi masyarakat tidak perlu datang ke kantor Disdukcapil, cukup datang ke festival, menikmati seluruh rangkaian acara, sekaligus mengurus dokumen kependudukannya. Inilah semangat Dukcapil Nyaba, menghadirkan layanan di tengah masyarakat,” ujar Rizal.
Ia menjelaskan, layanan jemput bola tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi pelayanan publik berbasis digital. Salah satu layanan yang paling diminati adalah aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang terus didorong sebagai pelengkap identitas kependudukan di era digital. Selain itu, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pembaruan data kependudukan agar berbagai layanan publik dapat diakses dengan lebih mudah.
Tidak hanya memberikan kemudahan administrasi, kehadiran Disdukcapil di Festival Cisadane turut memperkuat konsep festival sebagai ruang kolaborasi antara budaya, ekonomi, dan pelayanan publik. Pengunjung dapat menikmati pertunjukan seni, berburu kuliner khas Kota Tangerang, berbelanja produk UMKM, sekaligus menyelesaikan urusan administrasi kependudukan dalam satu kunjungan.
Wali Kota Tangerang H. Sachrudin mengatakan, pelayanan publik harus terus bertransformasi mengikuti kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya menunggu warga datang ke kantor pelayanan, tetapi harus aktif menghadirkan layanan di lokasi-lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
“Festival Cisadane menjadi momentum yang tepat untuk menghadirkan pelayanan publik secara langsung kepada masyarakat. Kami ingin warga merasakan bahwa pemerintah hadir tidak hanya melalui pembangunan dan hiburan, tetapi juga melalui pelayanan yang cepat, mudah, dan dekat. Dengan konsep jemput bola seperti Dukcapil Nyaba, masyarakat dapat menikmati festival sekaligus menyelesaikan kebutuhan administrasi kependudukannya dalam satu tempat,” tutur Sachrudin.
Ia menambahkan, inovasi pelayanan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam membangun birokrasi yang semakin adaptif, responsif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Berbagai inovasi layanan akan terus dikembangkan agar akses masyarakat terhadap pelayanan publik semakin luas, cepat, dan transparan.
Melalui kehadiran Dukcapil Nyaba, Festival Cisadane 2026 membuktikan bahwa sebuah agenda budaya tidak hanya mampu menjadi ruang hiburan dan promosi pariwisata, tetapi juga menjadi sarana mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Kolaborasi antara sektor budaya, ekonomi kreatif, dan pelayanan publik ini diharapkan semakin memperkuat citra Kota Tangerang sebagai kota yang modern, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan prima. (red)



