JAKARTA – Bursa saham Indonesia kembali berada di bawah tekanan. Pada perdagangan Kamis (10/9/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 88,86 poin atau 1,33 persen ke level 6.589,34.
Penurunan tersebut sekaligus memutus upaya IHSG untuk bertahan di atas level 6.600. Sejak awal perdagangan, pasar sudah menunjukkan pergerakan yang cukup hati-hati setelah sehari sebelumnya indeks ditutup melemah tipis 0,12 persen di level 6.678,20.
Tekanan semakin terasa karena investor asing kembali melakukan aksi jual. Data perdagangan menunjukkan investor asing mencatat net sell sekitar Rp1,95 triliun pada perdagangan Kamis. Kondisi tersebut menjadi salah satu sentimen yang menekan pergerakan indeks hingga akhir sesi.
Dari sisi eksternal, pergerakan harga minyak menjadi salah satu perhatian pasar. Kenaikan harga minyak hingga menembus US$100 per barel meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi dan biaya energi, terutama karena Indonesia masih merupakan importir bersih minyak.
Tekanan pasar juga datang dari nilai tukar. Rupiah ditutup melemah Rp36 atau 0,21 persen menjadi Rp17.547 per dolar AS. Pelemahan rupiah dan meningkatnya harga minyak membuat sentimen investor semakin berhati-hati.
Kondisi tersebut tercermin dari pergerakan sektor saham. Sejumlah sektor mengalami tekanan dan sektor energi termasuk yang ikut menjadi pemberat utama IHSG pada perdagangan hari ini. InvestorTrust mencatat penurunan indeks terjadi dengan tekanan luas di berbagai sektor.
Pergerakan hari ini juga menunjukkan bahwa pasar masih sangat sensitif terhadap kombinasi sentimen global dan kondisi domestik. Sebelumnya, analis pasar memperkirakan IHSG masih memiliki peluang bergerak konsolidatif dengan area 6.600-6.720, tetapi tekanan perdagangan hari ini membuat indeks kembali berada di bawah batas psikologis tersebut.
Bagi investor ritel, penurunan 1,33 persen tentu perlu dicermati, tetapi bukan berarti seluruh saham harus langsung dilepas. Pergerakan IHSG perlu dibaca bersama fundamental emiten, tren sektor, nilai tukar rupiah dan arus dana asing.
Dengan penutupan di 6.589,34, perhatian pasar berikutnya akan tertuju pada kemampuan IHSG mempertahankan area 6.500-6.600 serta apakah tekanan jual asing berlanjut pada perdagangan berikutnya. Untuk investor pemula, kondisi seperti ini justru menjadi pengingat bahwa pasar saham tidak selalu bergerak lurus dan keputusan sebaiknya tetap disesuaikan dengan tujuan serta risiko masing-masing. (red)



