Kamis, April 30, 2026
BerandaNASIONALAwal Puasa 2026 Berpotensi Beda, Muhammadiyah 18 Februari, BRIN Prediksi 19 Februari

Awal Puasa 2026 Berpotensi Beda, Muhammadiyah 18 Februari, BRIN Prediksi 19 Februari

JAKARTA – Awal puasa Ramadan 2026 kembali berpotensi menghadirkan perbedaan di Indonesia. Sejumlah lembaga telah merilis prakiraan 1 Ramadan 1447 Hijriah, mulai dari pemerintah, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, hingga Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Perbedaan metode penetapan antara rukyat dan hisab membuat tanggal awal Ramadan masih dinantikan kepastiannya. Bahkan, dari prakiraan yang beredar, ada potensi awal puasa dimulai pada dua tanggal berbeda.

Pemerintah Tunggu Sidang Isbat

Pemerintah melalui Kementerian Agama akan menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah melalui sidang isbat yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026. Sidang ini bertepatan dengan pemantauan hilal di berbagai titik di Indonesia.

Proses sidang diawali dengan pemaparan posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi atau hisab. Setelah itu, laporan hasil rukyatul hilal dari seluruh daerah akan dihimpun. Hasil sidang isbat menjadi dasar penetapan resmi 1 Ramadan yang diumumkan kepada masyarakat.

NU Gelar Rukyatul Hilal

Nahdlatul Ulama menetapkan awal Ramadan dengan metode rukyatul hilal yang didukung data hisab. Berdasarkan data hilal yang dipublikasikan melalui situs resmi NU Online, posisi hilal pada akhir Syaban 1447 Hijriah menjadi faktor utama dalam penentuan awal puasa.

NU akan menggelar rukyatul hilal di sejumlah lokasi yang telah ditentukan. Jika hilal teramati sesuai kriteria imkanur rukyah, maka 1 Ramadan ditetapkan keesokan harinya. Keputusan akhir biasanya diumumkan setelah laporan rukyat dihimpun dan dikaji oleh Lembaga Falakiyah NU.

Muhammadiyah Tetapkan 18 Februari 2026

Sementara itu, Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan awal Ramadan melalui metode hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Melalui Maklumat Nomor 2/MLM/1.0/E/2025, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan jatuh pada 18 Februari 2026. Dengan demikian, warga Muhammadiyah akan mulai berpuasa pada Rabu, 18 Februari 2026.

Dalam maklumat tersebut juga ditetapkan bahwa Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

BRIN Prediksi 19 Februari 2026

Adapun Badan Riset dan Inovasi Nasional memberikan pandangan ilmiah terkait potensi awal Ramadan 2026.

Peneliti BRIN memprediksi 1 Ramadan 1447 Hijriah berpotensi jatuh pada 19 Februari 2026. Namun hasil pengamatan hilal pada 18 Februari 2026 menjadi faktor penentu, terutama bagi pihak yang mengutamakan rukyat sebagai dasar penetapan awal bulan.

“Pada saat Magrib 17 Februari, posisi hilal/bulan masih di bawah ufuk. Jadi tidak mungkin dirukyat (diamati). Jadi, awal Ramadan pada hari berikutnya, yaitu 19 Februari 2026,” jelas Koordinator KR Astronomi dan Observatorium Pusat Riset Antariksa BRIN Prof Thomas Djamaluddin.

Dinamika yang Berulang

Perbedaan prakiraan awal Ramadan bukan hal baru dalam penetapan kalender hijriah di Indonesia. Metode yang berbeda kerap menghasilkan potensi perbedaan satu hari.

Masyarakat diimbau menunggu pengumuman resmi dari masing-masing lembaga dan tetap saling menghormati perbedaan dalam menjalankan ibadah puasa.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru