BerandaTANGERANG RAYAKOTA TANGERANGPasar Anyar Kini Bukan Cuma Tempat Belanja

Pasar Anyar Kini Bukan Cuma Tempat Belanja

KOTA TANGERANG – Pasar Anyar Tangerang perlahan menghadirkan wajah baru sebagai pusat perdagangan yang tidak hanya mengandalkan aktivitas jual beli. Setelah revitalisasi, kawasan ini menawarkan ruang yang lebih tertata sekaligus berbagai fasilitas untuk mendukung aktivitas pedagang dan masyarakat.

Bangunan Pasar Anyar kini terdiri dari tiga lantai dengan sekitar 1.676 kios dan los. Area perdagangan disusun berdasarkan jenis komoditas, mulai dari pangan, sayuran, daging, sembako hingga pakaian dan berbagai kebutuhan lainnya.

Penataan tersebut membuat pengunjung lebih mudah mencari barang karena pedagang dengan jenis dagangan serupa ditempatkan dalam area yang berdekatan. Kondisi ini juga memberikan ruang berdagang yang lebih teratur bagi para pelaku usaha.

Direktur Utama Perumda Pasar Kota Tangerang Dedi Ochen mengatakan, konsep Pasar Anyar tidak berhenti pada penyediaan kios dan los. Sejumlah fasilitas pendukung juga tersedia, seperti area komersial, ruang terbuka, kantin, tempat ibadah serta ruang yang dapat digunakan masyarakat.

“Kehadiran fasilitas tersebut membuat Pasar Anyar tidak hanya berfungsi sebagai pusat transaksi jual beli,” ujar Dedi Ochen, Rabu (16/9/2026).

Perubahan suasana juga dirasakan pedagang. Maya, salah seorang pedagang pakaian, menilai penataan area membuat aktivitas perdagangan lebih nyaman dan memudahkan pembeli menemukan lokasi yang dituju.

“Sekarang tempatnya lebih rapi dan nyaman. Pembeli juga lebih mudah mencari barang karena area dagangannya sudah lebih tertata. Seperti saya pedagang pakaian ada di lantai dua semua,” ujar Maya.

Hal serupa disampaikan Siti Fathiyah, warga Kota Tangerang yang kembali berbelanja di Pasar Anyar. Menurutnya, banyaknya pilihan barang dalam satu kawasan membuat pasar tersebut tetap menarik untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Dulu saya sering ke sini untuk belanja kebutuhan rumah. Sekarang suasananya lebih nyaman. Pilihan dagangannya juga banyak, jadi bisa sekalian mencari kebutuhan lain,” tuturnya.

Bagi Samsudin, pengunjung lainnya, daya tarik Pasar Anyar justru terletak pada perpaduan antara karakter pasar rakyat dengan fasilitas yang lebih modern. Ia menilai kondisi tersebut membuat aktivitas berkeliling pasar menjadi lebih nyaman.

“Menurut saya menarik karena tetap terasa seperti pasar tradisional, tetapi tempatnya sudah lebih modern dan tertata. Jadi lebih enak kalau mau berkeliling,” ujarnya.

Kemudahan transaksi juga mulai mengikuti kebiasaan masyarakat saat ini. Sejumlah pedagang telah menggunakan QRIS sebagai pilihan pembayaran sehingga pembeli dapat bertransaksi secara digital selain menggunakan uang tunai.

Lokasi Pasar Anyar yang berada di pusat Kota Tangerang juga menjadi salah satu keunggulannya. Kawasan ini berdekatan dengan Stasiun Tangerang sehingga memiliki peluang untuk terhubung lebih kuat dengan pergerakan masyarakat dari berbagai wilayah.

Pemerintah Kota Tangerang turut melakukan penataan kawasan Jalan Kiasnawi untuk memperkuat konektivitas antara Stasiun Tangerang dan Pasar Anyar. Penataan tersebut mencakup aspek lalu lintas, parkir, pedestrian hingga transportasi.

Dedi mengatakan, pengembangan kawasan juga membuka peluang bagi Pasar Anyar untuk menjadi ruang kuliner dan aktivitas komunitas. Dengan begitu, masyarakat memiliki alasan lain untuk datang selain membeli kebutuhan sehari-hari.

Dengan berbagai fasilitas tersebut, Pasar Anyar tetap membawa karakter sebagai pasar rakyat, namun hadir dengan tata ruang dan layanan yang menyesuaikan kebutuhan masyarakat masa kini. Bagi warga yang sudah lama tidak berkunjung, pasar ini dapat menjadi pilihan untuk kembali berbelanja sekaligus melihat perubahan kawasan setelah revitalisasi. (red)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru