KOTA TANGERANG – Kehadiran layanan Dukcapil Nyaba di Festival Cisadane 2026 menjadi salah satu magnet pelayanan publik yang paling diminati masyarakat. Selama lima hari penyelenggaraan festival pada 22–26 Juli 2026, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang berhasil memproses 875 dokumen administrasi kependudukan, membuktikan bahwa pelayanan jemput bola mampu menjangkau warga secara lebih efektif.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak hari pertama hingga penutupan festival. Sekitar 1.700 pengunjung mendatangi booth Disdukcapil untuk memperoleh informasi maupun memanfaatkan berbagai layanan administrasi kependudukan. Meski sebagian warga belum dapat melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) karena perangkat telepon genggam yang digunakan belum mendukung pemindaian QR Code, minat terhadap layanan tetap sangat tinggi.
Berdasarkan rekapitulasi layanan, Disdukcapil Kota Tangerang mencatat 318 pencetakan KTP elektronik, 190 penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA), 113 akta kelahiran, 95 Kartu Keluarga (KK), 39 perekaman KTP elektronik, 14 akta kematian, serta 106 aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Selain itu, petugas juga melayani 391 konsultasi terkait administrasi kependudukan dan pencatatan sipil selama festival berlangsung.
Kepala Disdukcapil Kota Tangerang Rizal Ridolloh mengatakan, capaian tersebut menjadi bukti bahwa konsep pelayanan jemput bola mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang menginginkan layanan cepat, mudah, dan dekat dengan aktivitas sehari-hari.
“Festival Cisadane menghadirkan ribuan masyarakat setiap harinya. Momentum ini kami manfaatkan untuk mendekatkan layanan administrasi kependudukan. Warga tidak perlu datang ke kantor Disdukcapil karena dapat menikmati festival sekaligus mengurus dokumen kependudukannya dalam satu kunjungan. Itulah semangat Dukcapil Nyaba,” ujar Rizal.
Menurutnya, layanan di tengah pusat keramaian menjadi strategi efektif untuk memperluas akses masyarakat terhadap administrasi kependudukan sekaligus mempercepat transformasi pelayanan publik berbasis digital. Edukasi mengenai pentingnya pembaruan data kependudukan dan pemanfaatan IKD juga terus dilakukan agar masyarakat semakin siap memasuki era layanan digital.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang H. Sachrudin menegaskan bahwa pelayanan publik harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat. Pemerintah, kata dia, tidak cukup hanya membuka pelayanan di kantor, tetapi juga harus aktif hadir di berbagai ruang publik yang menjadi pusat aktivitas warga.
“Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah melalui pelayanan yang cepat, mudah, dan dekat. Festival Cisadane menjadi contoh bagaimana hiburan, budaya, ekonomi, dan pelayanan publik dapat berjalan berdampingan sehingga masyarakat memperoleh manfaat yang lebih luas,” kata Sachrudin.
Keberhasilan Dukcapil Nyaba juga memperkuat wajah Festival Cisadane sebagai agenda tahunan yang tidak hanya menjadi panggung seni budaya, pertunjukan, dan promosi UMKM, tetapi juga menghadirkan inovasi pelayanan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat. Konsep ini sekaligus menunjukkan bahwa pelayanan pemerintahan dapat dikemas lebih adaptif tanpa mengurangi kualitas maupun kemudahan akses.
Dengan total 875 dokumen yang berhasil diproses selama lima hari pelaksanaan, Dukcapil Nyaba menjadi salah satu inovasi pelayanan publik yang paling menonjol dalam Festival Cisadane 2026. Pemerintah Kota Tangerang berharap konsep jemput bola seperti ini dapat terus diperluas pada berbagai kegiatan masyarakat sehingga pelayanan administrasi kependudukan semakin mudah dijangkau, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan warga. (red)



