JAKARTA — Bursa saham Indonesia akhirnya kembali menghijau pada perdagangan Kamis, 17 September 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 0,40 persen ke level 6.462,43.
IHSG bertambah 25,58 poin setelah bergerak cukup dinamis sepanjang perdagangan. Indeks sempat berada di level 6.418 dan menyentuh posisi tertinggi 6.500 sebelum akhirnya ditutup di 6.462,43.
Penguatan ini menjadi rebound setelah sehari sebelumnya IHSG melemah 0,38 persen ke level 6.436. Kondisi tersebut membuat perdagangan hari ini menjadi perhatian investor untuk melihat apakah tekanan pasar mulai mereda.
Pergerakan positif juga terlihat dari mayoritas sektor saham. Sebanyak 10 dari 11 sektor IDX-IC berada di zona hijau. Sektor cyclical memimpin penguatan dengan kenaikan 1,63 persen, disusul energi 1,17 persen dan industrial 0,82 persen.
Sektor keuangan juga ikut menguat meski kenaikannya relatif terbatas. Kondisi ini sejalan dengan pergerakan sejumlah saham bank besar yang sebelumnya sempat mendapat tekanan.
Pada sesi pertama, BMRI naik 1,88 persen menjadi Rp4.340, BBRI menguat 0,60 persen ke Rp3.350, BBCA naik 0,40 persen menjadi Rp6.350 dan BBNI bertambah 0,27 persen ke Rp3.740.
Penguatan pasar domestik terjadi ketika investor masih mencermati keputusan terbaru The Fed yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75-4 persen. Kebijakan tersebut berpotensi menjaga volatilitas pasar keuangan, termasuk nilai tukar dan arus modal ke pasar saham Indonesia.
Dengan IHSG masih berada di sekitar level 6.400-an, investor perlu mencermati apakah penguatan hari ini mampu berlanjut pada perdagangan berikutnya. Pergerakan saham perbankan, energi dan saham berkapitalisasi besar juga menjadi bagian penting yang layak diperhatikan.
Bagi investor pemula, kondisi seperti ini bisa menjadi momentum untuk tetap disiplin mengamati fundamental perusahaan dan harga masuk, bukan sekadar mengejar saham yang sedang naik. (red)



