BerandaTANGERANG RAYAKOTA TANGERANGHarhubnas, Tangerang Perkuat Transportasi Publik

Harhubnas, Tangerang Perkuat Transportasi Publik

KOTA TANGERANG – Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Tangerang untuk kembali mendorong penggunaan transportasi umum sebagai bagian dari mobilitas harian masyarakat.

Lewat Bus Tayo dan angkutan Si Benteng, warga memiliki pilihan perjalanan yang tidak hanya terjangkau, tetapi juga dirancang untuk menghubungkan kawasan permukiman dengan pusat aktivitas masyarakat. Pengembangan layanan ini terus diarahkan agar transportasi publik semakin mudah dijangkau.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Achmad Suhaely mengatakan, transportasi umum memiliki peran penting dalam membangun sistem mobilitas perkotaan yang terhubung. Karena itu, peningkatan layanan tidak hanya dilakukan melalui penambahan atau pengembangan rute, tetapi juga menyangkut kenyamanan armada dan kualitas pelayanan.

“Transportasi publik merupakan salah satu layanan yang terus kami perkuat. Kami ingin masyarakat memiliki pilihan transportasi yang aman, nyaman, terjangkau dan dapat menunjang aktivitas sehari-hari,” ujar Suhaely.

Saat ini, Bus Tayo dan Si Benteng menjadi bagian dari layanan transportasi publik yang dikelola Pemkot Tangerang. Pada September 2025, Pemkot Tangerang menambah dua rute feeder Si Benteng, yakni Terminal Poris–Green Lake dan Terminal Poris–Alam Sutera, sekaligus menguji armada baru Bus Tayo koridor Terminal Poris Plawad–Jatake. Penambahan tersebut membuat layanan angkutan perkotaan saat itu mencapai 15 koridor, terdiri dari 11 trayek Si Benteng dan empat koridor Bus Tayo.

Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan, perluasan koridor merupakan bagian dari upaya pemerintah memenuhi kebutuhan perjalanan warga. Menurutnya, peningkatan pelayanan harus berjalan seiring dengan semakin luasnya jangkauan transportasi perkotaan.

“Ini adalah tugas kita untuk meningkatkan pelayanan. Karena itu, kita perluas koridor angkutan perkotaan agar semakin menjangkau kebutuhan warga,” kata Sachrudin.

Dari sisi biaya, Bus Tayo dan Si Benteng juga dibuat tetap ramah bagi masyarakat. Tarif layanan ditetapkan Rp2.000, sementara Pemkot Tangerang memberikan fasilitas gratis bagi pelajar sesuai ketentuan yang berlaku. Program transportasi gratis bagi pelajar mencakup jenjang SD, SMP hingga SMA sederajat dengan waktu layanan tertentu pada hari sekolah.

Achmad menambahkan, pengembangan transportasi juga menyasar kualitas pengalaman penumpang. Fasilitas seperti pendingin udara, CCTV, sistem pembayaran nontunai dan pengembangan informasi transportasi menjadi bagian dari upaya menghadirkan perjalanan yang lebih praktis dan nyaman.

“Yang paling penting adalah bagaimana transportasi ini benar-benar memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat dan terintegrasi dengan kebutuhan perjalanan warga,” jelasnya.

Pemkot Tangerang berharap semakin banyak masyarakat beralih menggunakan transportasi umum. Selain membantu mobilitas, penggunaan angkutan publik juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi dan mendukung lalu lintas perkotaan yang lebih efisien.

Di momentum Hari Perhubungan Nasional, pemerintah pun mengajak masyarakat ikut memanfaatkan layanan yang telah tersedia. Penguatan transportasi publik pada akhirnya tidak hanya bergantung pada armada dan rute, tetapi juga pada semakin tingginya kepercayaan serta kebiasaan warga menggunakan angkutan umum. (bro)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru