TANGERANG — Kabupaten Tangerang menjadi lokasi pembelajaran bagi 32 pemimpin strategis dari berbagai instansi pemerintah Provinsi Lampung melalui Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan 24 BPSDMD Provinsi Lampung, Kamis (10/9/2026). Kunjungan ini diarahkan untuk menggali pengalaman sekaligus praktik pengelolaan pemerintahan yang dapat diterapkan di daerah asal.
Rombongan yang didampingi dua Widyaiswara Ahli Utama dan delapan pendamping BPSDMD Lampung tersebut diterima Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Soma Atmaja mewakili Bupati Tangerang di Ruang Rapat Wareng, Gedung Kantor Bupati Tangerang. Soma menyambut kunjungan tersebut sebagai kesempatan untuk saling bertukar pengalaman antardaerah.
Menurut Soma, pembelajaran kepemimpinan tidak cukup hanya berlangsung di ruang kelas. Kondisi nyata di lapangan justru memberikan gambaran mengenai bagaimana seorang pemimpin menghadapi persoalan, mengambil keputusan, serta mencari solusi yang sesuai dengan karakter wilayahnya. “Kelas teori itu penting, tetapi turun ke lapangan dan melihat dinamika secara nyata jauh lebih penting untuk mengasah kepekaan kepemimpinan kita,” ujarnya.
Soma kemudian memaparkan tantangan Kabupaten Tangerang yang terus berkembang. Dengan luas sekitar 1.000 kilometer persegi, wilayah ini terdiri atas 246 desa dan 28 kelurahan serta dihuni lebih dari 3,5 juta jiwa. Posisi yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta membuat Tangerang berkembang sebagai kawasan industri sekaligus permukiman padat, dengan pertumbuhan penduduk mendekati 3 persen per tahun.
Dari sisi fiskal, Kabupaten Tangerang memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp5,5 triliun dari total APBD Rp9,3 triliun. Kapasitas fiskal mandiri tersebut berada di atas 63 persen. Sementara belanja pegawai berada di kisaran 26 persen untuk mendukung sekitar 23 ribu pegawai daerah, sehingga ruang anggaran untuk pembangunan publik dapat dioptimalkan.
Dalam studi lapangan tersebut, peserta VKN membawa dua isu utama. Pertama, ketahanan iklim dan mitigasi bencana yang akan dikaji bersama Bappeda, DLHK, dan BPBD. Kedua, tata ruang berwawasan lingkungan yang melibatkan DTRB, DPMPTSP, Satpol PP, serta Bagian Hukum. Kedua tema tersebut berkaitan erat dengan tantangan daerah yang menghadapi pertumbuhan investasi, pembangunan kawasan, sekaligus kebutuhan menjaga lingkungan.
Soma meminta seluruh perangkat daerah yang terlibat menyampaikan informasi secara terbuka, termasuk keberhasilan maupun persoalan yang masih dihadapi. Menurutnya, keterbukaan tersebut penting agar peserta VKN memperoleh gambaran yang utuh dan mampu menyusun rekomendasi kebijakan secara objektif serta konstruktif.
Ketua Rombongan VKN Provinsi Lampung Edarwan didampingi Widyaiswara Ahli Utama Lukmansyah menyampaikan apresiasi atas penerimaan Pemkab Tangerang. Ia mengatakan kunjungan tersebut tidak hanya ditujukan untuk melihat program, tetapi juga memahami praktik pemerintahan secara langsung. “Kami datang untuk belajar secara nyata, mengambil inspirasi, dan membawa pulang best practices pengelolaan tata pemerintahan dari Kabupaten Tangerang,” kata Edarwan.
Rombongan tersebut berasal dari jajaran pimpinan strategis pemerintah Provinsi Lampung dan sejumlah kabupaten/kota, termasuk Bandar Lampung, Lampung Barat, Mesuji, Pesisir Barat, Tanggamus, Tulang Bawang, Way Kanan, dan Lampung Tengah, serta perwakilan Kementerian LHK wilayah Bengkulu-Lampung. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan pertukaran cinderamata sebagai simbol penguatan kerja sama dan silaturahmi antarpemerintah daerah. (red)



