TANGSEL – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tidak hanya diisi dengan seremoni, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi dan kepedulian antarwarga. Pesan tersebut mengemuka dalam tasyakuran yang digelar di Masjid Al-Itishom, Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangsel, Kecamatan Ciputat, Selasa (18/8/2026).
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum kemerdekaan sebagai kesempatan untuk mempererat persatuan, menjaga kerukunan, serta memperkuat semangat gotong royong. Menurutnya, makna kemerdekaan dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Mari kita isi kemerdekaan ini dengan hal yang sederhana, bekerja dengan amanah, melayani dengan ikhlas, menjaga lingkungan, membantu sesama, mendidik generasi muda, dan terus berbuat baik di mana pun kita berada,” ujar Benyamin.
Pesan tersebut dinilai penting bagi Tangsel yang terus berkembang sebagai kawasan perkotaan dengan jumlah penduduk sekitar 1,43 juta jiwa. Berdasarkan data BPS, wilayah seluas sekitar 164,85 kilometer persegi ini terdiri atas tujuh kecamatan dan 54 kelurahan, dengan kepadatan penduduk mencapai sekitar 8.672 jiwa per kilometer persegi pada 2024.
Benyamin menilai keberagaman dan tingginya aktivitas masyarakat harus diimbangi dengan budaya saling menghargai. Karena itu, ia mendorong agar kegiatan keagamaan, gotong royong, kepedulian sosial, serta berbagai aktivitas yang mempertemukan masyarakat terus dihidupkan sebagai bagian dari upaya menjaga keharmonisan kota.
“Semoga dengan semangat kebersamaan tersebut, Tangerang Selatan semakin maju, semakin nyaman, semakin sejahtera, dan semakin menjadi rumah yang baik bagi seluruh warganya,” kata Benyamin.
Dalam kesempatan yang sama, Benyamin juga menyinggung perhatian Pemkot Tangsel terhadap guru mengaji yang memiliki peran penting dalam pendidikan keagamaan masyarakat. Dukungan tersebut salah satunya diberikan melalui program insentif bagi guru ngaji sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap kontribusi mereka.
“Insentif bagi guru ngaji kami coba terus lakukan. Dengan segala keterbatasannya, tidak besar-besar amat, tapi mudah-mudahan membawa manfaat,” ujarnya.
Benyamin kemudian mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan usia 81 tahun kemerdekaan Indonesia sebagai pengingat bahwa pembangunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Warga, tokoh agama, pendidik, pemuda, pelaku usaha, hingga komunitas memiliki peran dalam menjaga kota tetap aman, rukun dan berkembang.
“Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia. Mari terus kita maknai semuanya, pemerintahan dan isinya, dengan cara yang terbaik untuk Indonesia dan seluruh Tangerang Selatan,” pungkasnya. (red)



