BerandaTANGERANG RAYAKABUPATEN TANGERANGDari Tangerang untuk Flores, Tradisi Gotong Royong Kembali Bergerak Saat Bencana

Dari Tangerang untuk Flores, Tradisi Gotong Royong Kembali Bergerak Saat Bencana

TANGERANG – Semangat gotong royong kembali menjadi kekuatan saat bencana melanda. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menyatakan kesiapan menggalang bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk melalui donasi dari Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Soma Atmaja mengatakan, penggalangan dana dari ASN merupakan langkah yang memungkinkan segera dilakukan. Menurutnya, kegiatan tersebut telah menjadi bagian dari kepedulian Pemkab Tangerang setiap kali bencana besar terjadi di berbagai daerah Indonesia. “Donasi ASN. Sangat mungkin, insya Allah biasanya rutin kita laksanakan,” ujar Soma.

Bantuan nantinya dapat berupa dukungan logistik maupun kebutuhan kemanusiaan lainnya. Pemkab Tangerang juga akan berkoordinasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk melihat kebutuhan di lapangan, sekaligus menunggu arahan pemerintah pusat apabila diperlukan pengerahan personel dalam penanganan masa tanggap darurat.

Soma menyebut Pemkab Tangerang memiliki pengalaman dalam merespons bencana di daerah lain, termasuk saat penanganan dampak bencana di Palu dan Aceh. “Tentunya kita siap menerjunkan bilamana ada instruksi resmi dari pusat,” katanya.

Kepedulian tersebut muncul di tengah kabar duka dari Flores yang mengalami gempa berkekuatan magnitudo 7,7 pada Sabtu pagi. Berdasarkan data sementara yang diterima Kementerian Sosial, dampak gempa tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, dan Ende. Sekitar 2.000 jiwa dilaporkan terdampak dan proses pendataan pengungsi masih berlangsung.

Data sementara BNPB yang dikutip dalam bahan laporan juga mencatat 47 orang meninggal dunia hingga Sabtu pukul 18.48 WIB. Angka tersebut masih dapat berubah seiring proses pencarian, pendataan dan verifikasi di wilayah terdampak. Kondisi tersebut membuat kebutuhan bantuan kemanusiaan menjadi perhatian berbagai pihak.

Soma menilai musibah tersebut terasa semakin menyayat karena terjadi bertepatan dengan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Ia juga menyoroti kedalaman sumber gempa yang disebut sekitar 10 kilometer, sehingga guncangannya berdampak kuat terhadap wilayah sekitar Flores. “Ini menjadi sebuah keprihatinan kita bersama sebagai sebuah bangsa,” ujarnya.

Menurut Soma, momentum kemerdekaan semestinya tidak hanya dimaknai melalui perayaan, tetapi juga diwujudkan lewat solidaritas ketika sesama warga Indonesia menghadapi musibah. Semangat membantu tanpa membedakan jarak wilayah menjadi bentuk nyata persatuan yang terus dibutuhkan dalam menghadapi bencana.

Pemkab Tangerang kini menyiapkan langkah koordinasi untuk menentukan bentuk bantuan yang paling tepat. Prinsipnya, bantuan akan disesuaikan dengan kebutuhan korban serta mekanisme penanganan yang ditetapkan pemerintah pusat dan lembaga terkait agar dukungan dari Tangerang benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Bagi Pemkab Tangerang, gerakan kemanusiaan tersebut menjadi bagian dari tradisi gotong royong yang perlu terus dijaga. Ketika masyarakat Flores menghadapi masa sulit, solidaritas dari daerah lain diharapkan dapat menjadi penguat sekaligus bukti bahwa semangat persatuan Indonesia tetap hidup jauh melampaui batas wilayah. (red)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru