BerandaTANGERANG RAYAKOTA TANGERANG SELATANISPA di Tangsel Tembus 124.688 Kasus, Ngider Sehat Diperkuat Saat Kemarau

ISPA di Tangsel Tembus 124.688 Kasus, Ngider Sehat Diperkuat Saat Kemarau

TANGSEL – Musim kemarau panjang mulai memberi tekanan terhadap kondisi kesehatan masyarakat di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tercatat mengalami peningkatan dalam dua pekan terakhir, bersamaan dengan cuaca panas dan kondisi lingkungan yang cenderung lebih kering.

Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel hingga pekan kedua Agustus 2026, jumlah kumulatif kasus ISPA telah mencapai 124.688 kasus. Pada periode yang sama, angka kasus mengalami kenaikan dari 3.832 menjadi 4.591 kasus, atau meningkat sekitar 19 persen.

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan membenarkan adanya peningkatan tersebut. Menurutnya, kondisi cuaca selama kemarau panjang menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai masyarakat karena dapat memperburuk kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan.

“Iya betul, di Tangsel sedang ada peningkatan kasus ISPA di musim kemarau panjang. Dalam dua minggu terakhir ada kenaikan sekitar 19 persen kasus,” ujar Pilar, Kamis (13/08/2026).

Data Dinkes Tangsel juga menunjukkan kelompok usia dewasa menjadi kelompok yang paling banyak ditemukan dalam laporan kasus ISPA. Pemerintah daerah pun tidak hanya memantau perkembangan penyakit tersebut, tetapi turut mengantisipasi kemungkinan meningkatnya penyakit lain yang berkaitan dengan kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Selain ISPA, ada peningkatan kasus demam tifoid dan pneumonia juga di masyarakat,” kata Pilar.

Menghadapi situasi tersebut, Pemkot Tangsel mendorong langkah pencegahan secara lintas sektor. Dinas terkait diminta memperkuat edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), mencegah praktik pembakaran sampah yang dapat memperburuk kualitas udara, serta meningkatkan pengendalian terhadap kendaraan yang menghasilkan emisi tinggi.

Selain langkah pencegahan di tingkat lingkungan, Pemkot Tangsel kembali memperkuat layanan kesehatan berbasis masyarakat melalui program Tim Ngider Sehat. Program yang telah berjalan sekitar tiga hingga empat tahun itu menyasar warga secara langsung dengan pola pemeriksaan dari rumah ke rumah.

“Tim Ngider Sehat di setiap kelurahan kami gencarkan untuk melakukan pemeriksaan secara door to door,” tutur Pilar.

Setiap kelurahan di Tangsel memiliki dua tim Ngider Sehat yang berasal dari tenaga kesehatan puskesmas, seperti dokter, perawat maupun bidan. Dengan menggunakan sepeda motor dinas dan membawa perlengkapan pemeriksaan, petugas mendatangi rumah warga untuk melakukan pengecekan kondisi kesehatan secara langsung.

“Dua tim Ngider Sehat dilengkapi motor dinas dan peralatan pemeriksaan. Mereka keliling setiap hari mengunjungi dan memeriksa warga,” jelas Pilar.

Layanan tersebut diberikan secara gratis. Jika petugas menemukan warga yang membutuhkan pemeriksaan atau penanganan lanjutan, pasien dapat langsung diarahkan ke puskesmas maupun RSUD terdekat. Skema ini diharapkan membuat warga lebih cepat mendapatkan pertolongan sekaligus membantu pemerintah mendeteksi potensi peningkatan penyakit sejak tingkat lingkungan.

Di tengah kemarau yang masih berlangsung, Pemkot Tangsel mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan. Penguatan layanan lapangan, pengendalian faktor lingkungan, serta kesadaran warga menjaga kebersihan dan kualitas udara menjadi bagian penting untuk menahan laju peningkatan penyakit selama musim kering.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru