BerandaTANGERANG RAYAKABUPATEN TANGERANGTPA Jatiwaringin Sudah Bebas Api, Tapi Ancaman Belum Usai! BNPB Minta Daerah...

TPA Jatiwaringin Sudah Bebas Api, Tapi Ancaman Belum Usai! BNPB Minta Daerah Waspada

TANGERANG – Setelah berjibaku selama hampir 10 hari memadamkan kobaran api yang melahap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan seluruh titik kebakaran berhasil dipadamkan. Meski begitu, status tanggap darurat kebakaran belum dicabut dan tetap diberlakukan hingga 14 Juli 2026 sebagai langkah antisipasi munculnya kembali bara api di bawah timbunan sampah.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan keputusan mempertahankan status darurat dilakukan atas rekomendasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Selama masa tersebut, petugas gabungan masih akan melakukan pembasahan dan pemantauan intensif di seluruh area TPA guna memastikan tidak ada titik panas yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

“Sesuai arahan BNPB, kami tetap melakukan penyiraman dan pembasahan di seluruh area TPA Jatiwaringin. Langkah ini penting untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tersimpan di dalam timbunan sampah,” ujar Maesyal Rasyid, Sabtu (11/7/2026).

Kebakaran yang melanda kawasan seluas kurang lebih 15 hektare itu menjadi salah satu insiden terbesar yang pernah terjadi di TPA Jatiwaringin. Berdasarkan hasil penyisiran petugas di sektor barat, timur hingga puncak timbunan sampah, api dan kepulan asap kini dipastikan telah padam sepenuhnya.

“Alhamdulillah, setelah dilakukan survei menyeluruh, sudah tidak ditemukan lagi api maupun asap. Namun kami tidak ingin terburu-buru mencabut status darurat karena keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas,” ungkapnya.

Meski kondisi dinyatakan terkendali, Pemerintah Kabupaten Tangerang memilih tetap bersiaga hingga masa tanggap darurat berakhir. Evaluasi akan dilakukan pada 14 Juli mendatang untuk menentukan apakah status tersebut dapat dicabut atau justru perlu diperpanjang menyesuaikan perkembangan di lapangan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Taktis dan Evaluasi Operasi BNPB, Riswandi, menegaskan pihaknya masih menyiagakan personel serta armada udara apabila sewaktu-waktu dibutuhkan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi kebakaran, baik di TPA maupun kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.

“Armada udara BNPB tetap siaga. Jika pemerintah daerah membutuhkan dukungan untuk pemadaman kebakaran, kami siap membantu kapan saja,” tegas Riswandi.

BNPB juga menjadikan peristiwa di TPA Jatiwaringin sebagai pelajaran penting bagi seluruh pemerintah daerah di Indonesia. Memasuki puncak musim kemarau, pengelola tempat pembuangan sampah diminta memperkuat langkah mitigasi melalui pembasahan rutin, pemantauan titik panas, hingga peningkatan sistem pengamanan agar kebakaran serupa tidak kembali terjadi.

Berdasarkan prakiraan BMKG, sebagian wilayah Indonesia, termasuk Banten, tengah menghadapi cuaca panas dengan tingkat kekeringan yang meningkat. Kondisi tersebut membuat material mudah terbakar, terutama timbunan sampah yang menghasilkan gas metana. Karena itu, kewaspadaan dan langkah pencegahan dinilai menjadi kunci agar insiden seperti di TPA Jatiwaringin tidak terulang di kemudian hari. (red)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru