Senin, Juni 8, 2026
BerandaTANGERANG RAYADuka Pramuka Tangerang, Kak Herman Wafat Diduga Jadi Korban Tabrak Lari di...

Duka Pramuka Tangerang, Kak Herman Wafat Diduga Jadi Korban Tabrak Lari di Cikupa

TANGERANG – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Gerakan Pramuka di Tangerang Raya hingga Provinsi Banten. Herman Sulistyo (71), yang akrab disapa Kak Herman, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban tabrak lari di Jalan Raya Serang KM 11, tepatnya di sekitar Jembatan Bitung, Desa Bitung Jaya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Minggu (07/06/2026) dini hari.

Kepergian Kak Herman meninggalkan luka mendalam bagi banyak pihak. Selama puluhan tahun, almarhum dikenal sebagai sosok yang konsisten mengabdikan diri dalam dunia kepramukaan dan menjadi panutan bagi generasi muda di Tangerang maupun Banten.

Kasus kecelakaan yang merenggut nyawa tokoh Pramuka tersebut kini masih dalam penyelidikan Satuan Lalu Lintas Polresta Tangerang. Polisi terus memburu kendaraan yang diduga terlibat dalam peristiwa tragis tersebut.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Tangerang, AKP Fery Oktaviari Pratama, mengatakan tim Unit Gakkum telah melakukan serangkaian langkah penyelidikan, mulai dari olah tempat kejadian perkara hingga pengumpulan alat bukti.

“Perkara ini sedang dalam proses penanganan. Kami masih melakukan penelusuran melalui rekaman CCTV di sekitar lokasi serta meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengidentifikasi kendaraan yang terlibat,” ujar Fery, Senin (08/06/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kecelakaan terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Sebuah kendaraan truk yang identitasnya belum diketahui diduga menabrak sepeda yang dikendarai korban saat melintas dari arah Bitung menuju Cikupa. Benturan keras menyebabkan Kak Herman mengalami luka berat dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Korban telah dievakuasi ke RSUD Balaraja untuk proses visum. Kami juga berkoordinasi dengan Jasa Raharja terkait percepatan pemberian santunan kepada keluarga korban,” tambahnya.

Di mata keluarga besar Pramuka, Kak Herman bukan sekadar anggota organisasi, melainkan simbol pengabdian dan keteladanan. Ia dikenal selalu mengenakan seragam Pramuka lengkap dalam berbagai aktivitas, baik saat menghadiri kegiatan resmi maupun dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, almarhum tetap setia menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi saat menghadiri kegiatan kepramukaan di berbagai wilayah, baik local maupun nasional.

Dedikasi tersebut membuat sosoknya begitu dekat dengan anggota Pramuka lintas generasi. Banyak yang mengenangnya sebagai figur sederhana, disiplin, dan tak pernah lelah menanamkan nilai-nilai kejujuran, kepedulian, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.

Sebelum dimakamkan, jenazah Kak Herman dishalatkan di Masjid Raya Al-A’zhom Kota Tangerang. Prosesi pelepasan dihadiri keluarga, pejabat daerah, tokoh masyarakat, serta anggota Pramuka dari berbagai daerah di Banten yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir.

Suasana haru kembali menyelimuti pemakaman di TPU Rawa Kucing, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang. Dengan prosesi kepramukaan yang khidmat, sosok yang selama hidupnya dikenal mengabdikan diri untuk pendidikan karakter generasi muda itu akhirnya dimakamkan. Di tengah duka yang mendalam, keluarga dan sahabat berharap pelaku tabrak lari segera ditemukan agar keadilan dapat ditegakkan bagi almarhum. (red)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru