Selasa, April 28, 2026
BerandaTANGERANG RAYAKOTA TANGERANGDari Arena ke Ekonomi, Sport Tourism 2026 Dongkrak Daya Tarik Kota Tangerang

Dari Arena ke Ekonomi, Sport Tourism 2026 Dongkrak Daya Tarik Kota Tangerang

KOTA TANGERANG — Pemerintah Kota Tangerang mulai serius memainkan “dua mesin sekaligus”: olahraga dan pariwisata. Melalui kolaborasi antara Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, rangkaian kalender Sport Tourism 2026 resmi diumumkan sebagai strategi mendorong prestasi sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Sepanjang 2026, Kota Tangerang akan menjadi tuan rumah berbagai event olahraga berskala regional hingga nasional. Mulai dari kejuaraan bela diri, panjat tebing, hingga lari maraton, semuanya dirancang tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai magnet kunjungan.

Kepala Dispora Kota Tangerang, Kaonang, menegaskan bahwa program ini menjadi langkah konkret dalam membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan.

“Kami ingin Kota Tangerang menjadi rumah bagi para atlet. Dengan fasilitas GOR yang semakin baik, kami siap menghadirkan event berkualitas yang mendorong prestasi sekaligus partisipasi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan sport tourism juga menjadi peluang untuk meningkatkan pembinaan atlet lokal. Dengan seringnya kompetisi digelar, atlet daerah memiliki lebih banyak panggung untuk berkembang tanpa harus selalu bergantung pada event di luar daerah.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan, melihat potensi ekonomi yang besar dari integrasi olahraga dan pariwisata. Ia menyebut, setiap event bukan hanya soal pertandingan, tetapi juga pergerakan ekonomi.

“Sport tourism ini bukan hanya soal olahraga, tapi bagaimana wisatawan datang, menginap, dan membelanjakan uangnya di Kota Tangerang. Ini berdampak langsung ke UMKM, kuliner, hingga sektor perhotelan,” jelasnya.

Pemerintah juga memastikan setiap venue olahraga akan terhubung dengan destinasi wisata unggulan, mulai dari kawasan kuliner, ruang terbuka publik, hingga pusat ekonomi kreatif. Dengan pendekatan ini, pengalaman pengunjung diharapkan tidak berhenti di arena pertandingan.

Data internal pemerintah menunjukkan, event olahraga berskala nasional mampu mendatangkan ribuan peserta dan penonton dalam satu waktu. Efeknya tidak hanya meningkatkan okupansi hotel, tetapi juga memperkuat branding Kota Tangerang sebagai kota tujuan kegiatan (event city).

Meski demikian, tantangan tetap ada. Konsistensi penyelenggaraan, kualitas event, serta kesiapan infrastruktur menjadi faktor kunci agar program ini tidak sekadar ramai di awal, tetapi berkelanjutan.

Dengan langkah ini, Kota Tangerang tampak tak ingin hanya menjadi kota penyangga ibu kota. Lebih dari itu, kota ini mulai memposisikan diri sebagai destinasi olahraga dan wisata yang hidup—di mana prestasi dan perputaran ekonomi berjalan beriringan.

Berikut rangkaian kegiatan yang akan diselenggarakan di Kota Tangerang:

* Pencak Silat Bumi Sukowati Championship 2 (GOR Nambo)

* Youth Combat Sportainment (Bajawa Flores Kota Tangerang)

* Kejuaraan Karate Piala KAPOLRI (Nambo Krida Arena)

* Kejuaraan Panjat Tebing Piala Walikota CUP (Sport Climbing Gondrong)

* Tangerang Run 10k (Kota Tangerang). (red)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru