TANGERANG – Upaya penanganan banjir di Kabupaten Tangerang mulai menunjukkan langkah konkret. Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, turun langsung meninjau progres pembongkaran bangunan liar dan normalisasi Kali Cirarab di wilayah Sepatan dan Pasar Kemis, Selasa (21/4/2026).
Peninjauan ini melibatkan lintas instansi, mulai dari DPRD, kepolisian, hingga perangkat daerah terkait, sebagai bentuk pengawasan langsung agar proses penertiban berjalan sesuai rencana dan tidak menimbulkan konflik di lapangan.
Maesyal menegaskan, pembongkaran dilakukan terhadap bangunan yang melanggar garis sempadan sungai (GSS), yang selama ini dinilai menjadi salah satu penyebab utama penyempitan aliran air dan meningkatnya risiko banjir.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk perusahaan. Alhamdulillah ada yang bersedia membongkar secara mandiri sebagai bentuk kepatuhan terhadap aturan,” ujarnya.
Salah satu perusahaan yang menyatakan kesediaannya adalah PT Intek, yang akan melakukan pembongkaran tanpa paksaan. Selain itu, di wilayah Sepatan tercatat tiga perusahaan mengikuti langkah serupa, sementara di Pasar Kemis masyarakat dan pelaku usaha juga mulai menertibkan bangunan mereka.
Normalisasi Kali Cirarab diproyeksikan sepanjang sekitar 700 meter, mulai dari kawasan Gelam hingga titik peninjauan. Setelah pembongkaran rampung, pengerukan dan penurapan akan dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) guna memperlancar aliran air.
“Langkah ini bukan hanya penertiban, tapi upaya jangka panjang untuk mengurangi banjir dan meningkatkan keselamatan masyarakat di sekitar bantaran sungai,” jelas Maesyal.
Namun, tantangan tidak berhenti pada pembongkaran. Konsistensi pengawasan pasca-normalisasi menjadi kunci agar tidak kembali muncul bangunan liar di kawasan yang sama.
Pemkab Tangerang juga menyiapkan langkah lanjutan di wilayah lain seperti Jayanti dan Kresek melalui pembangunan turap dan infrastruktur pengendali banjir yang saat ini tengah dalam proses tender oleh BBWS.
Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat, penanganan banjir di Kabupaten Tangerang diharapkan tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi solusi berkelanjutan bagi masyarakat. (red)

