PANDEGLANG – Aksi warga Kabupaten Pandeglang ramai-ramai memperbaiki jalan rusak secara swadaya di berbagai daerah menjadi tren baru yang ramai diposting di media sosial Tiktok.
Salah satunya, yang dilakukan warga Cadasari, Pandeglang terpaksa gotong royong swadaya memperbaiki jalan rusak sepanjang 2 kilometer milik Pemerintah Kabupaten Pandeglang. Hal itu dilakukan warga lantaran kesal sudah puluhan tahun kondisi jalan rusak.
Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pandeglang panjang jalan rusak berat di wilayahnya mencapai 251,985 kilometer atau 34,4 persen dari total jalan kabupaten.
Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur Banten Andra Soni mengakui Pemerintah Kabupaten Pandeglang kesulitan menangani jalan rusak karena keterbatasan anggaran. Hal itu juga, kata dia, yang ia rasakan saat memimpin Kabupaten Pandeglang dua periode. Menurut Dimyati penangan jalan rusak memerlukan sentuhan langsung dari Pemerintah Provinsi Banten.
“Fulus (uang) brother, fulusnya kurang karena Pandeglang fiskalnya kurang, maka perlu dukungan provinsi Banten,” kata Dimyati dikutip IDN Times, Rabu (28/5/2025).
Sebelumnya, Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi meminta warganya untuk bersabar karena ia dan Dewi Setiani baru menjabat dua bulan lebih memimpin Pandeglang sehingga belum bisa langsung merealisasikan janji saat kampanye terutama soal permasalahan jalan rusak.
“Sehingga kami ini bukan pesulap, bukan bimsalabin abra-kadabrak semua persoalan selesai,” kata Iing, Rabu (14/5/2025).
Banyaknya jalan rusak di tengah anggaran yang minim yang dimiliki Pemkab Pandeglang, kata Iing, mesti membutuhkan waktu, gagasan dan perencanaan matang untuk menentukan titik jalan yang harus menjadi prioritas diperbaiki terlebih dahulu. Hal itu, akan diselesaikan secara bertahap.
“Ya masyarakat mohon untuk bersabar, tapi juga tetap harus optimis untuk bagaimana melihat Pandeglang ini ke depan akan lebih berkembang dan akan lebih maju khususnya di bidang infrastruktur dan pendidikan,” katanya. (red)

