Jakarta – Takbiran Idul Fitri adalah salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Muslim di seluruh dunia. Tradisi ini menjadi wujud kebahagiaan dalam menyambut hari kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.
Takbiran merupakan amalan yang dianjurkan untuk dilakukan pada malam dan hari raya Idul Fitri dengan melantunkan kalimat “Allahu Akbar” sebagai bentuk syukur serta pengagungan kepada Allah SWT. Lantas, kapan waktu yang tepat untuk memulai takbiran Idul Fitri?
Takbiran Idul Fitri Mulai Jam Berapa?
Menurut kitab Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq, yang diterjemahkan oleh Abu Syauqina dan Abu Aulia Rahma, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai waktu takbiran Idul Fitri. Sebagian ulama berpendapat bahwa takbir dikumandangkan mulai dari keberangkatan menuju salat Id hingga khutbah selesai.
Sementara itu, pendapat lain menyatakan bahwa takbiran dimulai sejak hilal 1 Syawal terlihat, yakni pada malam hari raya, dan berlanjut hingga pagi hari saat hendak berangkat ke tempat salat Id atau sampai imam memulai salat.
Menurut pendapat pertama, takbiran Idul Fitri dapat mulai dikumandangkan pada pagi hari sekitar pukul 5-6 pagi, saat umat Muslim bersiap menuju tempat salat Id hingga khutbah dimulai. Sementara itu, berdasarkan pendapat kedua, takbir dapat dimulai sejak setelah maghrib sekitar pukul 6 sore, begitu hilal 1 Syawal terlihat, dan berlanjut hingga pagi hari sebelum salat Idul Fitri.
Hukum Takbiran
Menurut Syekh Said Bin Muhammad Ba Ali Ba Isyan dalam kitab Syarh al-Muqaddimah al-Hadramiyah, yang diterjemahkan oleh Mohammad Hafid dalam buku Bunga Rampai Bincang Syariah, takbiran pada malam Idul Fitri disunnahkan bagi laki-laki maupun perempuan.
Sementara itu, dalam buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan Panduan karya Abu Maryam Kautsar Amru, kesunnahan takbiran didasarkan pada dalil dari Al-Qur’an dan hadits, salah satunya terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 185.
وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ ت َشْكُرُونَ
Artinya: “Dan hendaklah kamu menggenapkan hitungan (hari Ramadan), dan hendaklah kamu bertakbir mengagungkan Allah) (atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”

